• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Soal Isu Politik Dinasti, Ini Kata Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar

9 December
05:42 -0001
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Isu Politik Dinasti mencuat pada Pilkada serentak tahun 2018, di provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Dua Bakal Calon Kepala Daerah yaitu Karolin Margret Natasa atau Karol (Bakal Calon Gubernur Kalbar) dan Erlina Ria Norsan (Bakal Calon Bupati Mempawah) adalah dua kandidat yang tersandung isu politik dinasti.

Dimana, Karol yang saat ini menjabat sebagai Bupati Landak, maju pada pilkada Kalbar untuk menggantikan posisi Ayahnya, Cornelis yang menjabat Gubernur Kalbar dua periode. Sedangkan Erlina, maju pada pilkada kabupaten Mempawah untuk menggantikan posisi suaminya, Ria Norsan yang juga sudah menjabat dua periode di Kabupaten tersebut.

Dikonfirmasi tentang isu politik dinasti, karolin (Karol) Bakal Calon Gubernur Kalbar menegaskan jika dirinya sudah lama berkecimpung di dunia politik. Sebelum maju dan terpilih sebagai Bupati Landak pada pilkada serentak tahun 2016 lalu, Karol juga tercatat sebagai Anggota DPR RI dua periode.

“Saya merupakan proses dari kaderisasi partai. Jadi bukan sesuatu yang mendadak. Terlepas dari dinasti atau bukan, tapi semua calon wajib memenuhi tahapan dan sesuai peraturan undang-undang,” katanya usai menjalani tes kesehatan di RSUD Sudarso, Jum’at (12/2/2017)

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Suryadman Gidot menyatakan, selain tidak melanggar undang-undang, majunya seseorang yang punya hubungan darah atau jalinan kekeluarga dengan Kepala Daerah sebelumnya, harus dilihat dari niatnya.

“Niatnya inikan ingin membangun. Apa salahnya, seorang istri, seorang anak ingin maju (pilkada). Dia ingin maju dan ingin mengembangkan pembangunan daerah, ya no problem. Aturan agama juga tidak melarangnya,” jelas Gidot.

Gidot juga menilai, politik dinasti atau apapun namanya, wajar saja terjadi. Apalagi jika orang yang maju dalam pilkada, memiliki kemampuan. (SKS/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00