• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

LIPI: Kondisi Ekonomi Indonesia 2018 Lebih Baik

14 December
15:32 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi memprediksi kondisi ekonomi pada 2018 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2017.

Prediksi ini didasari oleh komitmen pemerintah untuk menjaga kondisi ekonomi makro agar tetap stabil. Ditambah lagi, rampungnya beberapa proyek infrastruktur akan menjadi darah segar untuk geliat ekonomi yang lebih baik di tahun 2018.

Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho mengatakan tahun 2018 akan menjadi tahun penting bagi Indonesia untuk memasuki babak baru dalam pemantapan gerak langkah ekonomi nasional. Hal itu didukung dengan kondisi tahun ini dimana pemerintah menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur dan pemerataan akses. Pembangunan infrastruktur yang sebagian besar akan rampung tentu menjadi angin segar bagi geliat perekonomian di tahun depan.

“Kondisi ekonomi Indonesia secara makro pada tahun 2017 masih mantap terkendali. Walaupun, kondisi ekonomi dalam tekanan defisit fiskal dan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di bawah besaran yang diharapkan,” tuturnya pada Economic Outlook 2018, di Jakarta (14/12/2017).

Dikemukakan proyeksi  tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5, 22% lebih rendah dari RAPBN sebesar 5,4 %. Sedangkan proyeksi Inflasi sebesar 4,12 %. Proyeksi nilai tukar rupiah sebesar Rp 13,311 per dolar Amerika Serikat.

Kondisi SDM Indonesia

Kondisi sumber daya manusia Indonesia secara umum jauh tertinggal. Indeks modal manusia (Human Capital Index) di bawah capaian negara-negara se kawasan Indonesia ranking ke-69, Singapura (24), Filipina(46), Malaysia (52), Thailand (57) dan Vietam (59). Ketertinggalan kualitas sumbe daya manusia Indonesia tercermin pada kualitas pendidikan sejak anak sekolah hingga ternaga kerja produktif. Peringkat Indonesia berada di paling bawah dari 34 Negara.

Tingginya angka pengangguran mencapai 7,2 juta atau lebih dari 6 % angkatan kerja. Saat ini tenaga kerja pendidikan tinggi hanya sekitar 13,7 % dari total tenaga kerja yang didominasi oleh lulusan SD dan dibawahnya (52,4%).

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Maxensius Tri Sambodo menyelaskan kondisi eksternal juga menjadi faktor penentu ekonomi pada 2018. Kondisi eksternal memberikan ruang optimisme atas posisi tawar Indonesia yang semakin baik, seperti posisi daya saing, kemudahan berbisnis, peringkat negara tujuan investasi, dan peringkat hutang. “Kendati demikian, kondisi kebijakan ekonomi negara maju yang mulai meningkatkan suku bunga serta ‘kegaduhan’ dalam hubungan internasional akhir-akhir ini patut diperhitungkan,” tekannya.
 
Di lain hal, Maxensius menyoroti pula bahwa dorongan dinamika transaksi online yang masif pada tahun-tahun sebelumnya akan terus terjadi di tahun depan dalam kondisi persaingan yang semakin dinamis. Hal ini tentu saja menuntut langkah-langkah lanjutan dari para pelaku bisnis untuk bersaing membangun efisiensi transaksi dan memberikan kemudahan sebesar-besarnya kepada konsumen. Pada sisi lain, pemerintah perlu lebih tanggap atas kondisi ini. “Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan instansi terkait lainnya perlu bersatu padu untuk memastikan terbangunnya tata kelola yang handal seiring dengan booming bisnis di transaksi online,” harapnya

Lebih jauh, Maxensius melihat perubahan postur keuangan negara juga memberikan ruang lebih besar pada peran pemerintah desa. Untuk itu, peran pemerintah desa perlu dikelola dengan lebih baik untuk memastikan kebijakan makro-meso-mikro berjalan lebih sinergis. Demikian juga, sekat-sekat ego sektoral kementerian diharapkan dapat lebih cair lagi di tahun depan. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan kebijakan-kebijakan yang saling kontra produktif. (AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00