• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

KPPBC TMP C Bengkulu Musnahkan Barang Ilegal

14 December
14:04 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis (14/12/2017) memusnakan barang illegal yang menjadi milik negara hasil penindakan selama tahun 2017, bertempat di halaman KPPBC Bengkulu.

Adapun berbagai barang illegal yang dimusnahkan disaksikan perwakilan dari instansi terkait dan dituangkan dalam berita acara pemusnahan, dengan cara di lindas menggunakan alat berat dan di bakar, berbentuk rokok tembakau sebanyak 204.550 batang, rokok elektrik 360 pieces, kosmetik dan suplemen 279 pieces, minuman mengandung metil alkohol sebanyak 3.016 botol atau 903,8 liter, sex toys 2 pieces hingga berbagai barang lainnya sebanyak 70 pieces, dengan total nilai barang ilegal yang dimusnahkan mencapai Rp 252 juta dan potensi kerugian negara di bidang cukui sekitar Rp133,4 juta.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Indriya Karyadi menyatakan, barang ilegal yang dimusnakan ini didapatkan dari hasil operasi selama tahun 2017 dengan penindakan sebanyak 134 kali. Dimana barang tersebut, didominasi barang impor, yang masuk ke Bengkulu secara illegal dari Negara China.

“Barang ilegal itu masuk Bengkulu melalui kantor pos, melalui pemesan barang sendiri dengan cara transaksi jual beli online kepada pemasok barang dari luar negeri,” ungkapnya.

Selain itu dikatakannya, dari beberapa barang tersebut juga didapatkan dengan berbagai modus. Seperti, untuk minuman elit alkolhol didapatkan tanpa dilekati pita cukai dan ada juga dengan menggunakan pita cukai bekas.

Bahkan ada juga dilekati dengan pita bekas, pita cukai palsu yang berpotensi merugikan keuangan negara. Mengingat tidak melunasi cukai sesuai ketentuan.

"Modus berbagai macam cara, mulai dari pemakaian pita palsu dan ada juga pakai cukai dari perusahaan lainnya,” terangnya.

Lebih jauh ditambahkannya, meski banyak menemukan barang ilegal, namun demikian pihaknya hanya melakukan penyitaan saja, dan tidak memberikan sanksi tegas bagi pengirim maupun penerima barang ilegal dimaksud.

Hal itu dilakukan, lantaran pengirim dan penerima tidak diketahui dimana tempatnya. Untuk itu kedepan, pihaknya akan tetap komit terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap barang yang diduga ilegal.

“Langkah kita dengan menyiapkan dan menempatkan petugas Bea Cukai di setiap Kantor Pos. Sehingga ketika ada barang kiriman yang di duga ilegal, akan langsung diperiksa menggunakan alat kita dan jika terbukti dilakukan penindakan dengan penyitaan,” tukasnya. (rep/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00