• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Terpidana Qanun Jinayah di Aceh Barat Dicambuk

7 December
17:35 2017
0 Votes (0)

KBRN, Meulaboh: Delapan warga Aceh Barat, yang telah ditetapkan sebagai terpidana menjalani eksekusi uqubah/ hukuman cambuk karena melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

Eksekusi cambuk yang dijalani tujuh pria dan seorang wanita tersebut dilaksanakan di Halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kamis, (7/12/2017) pagi, disaksikan ratusan masyarakat serta pejabat daerah setempat.

"Dari daftar kita, harusnya yang dieksekusi hari ini sebanyak 21 terpidana, tapi yang dapat kita hadirkan hanya delapan terpidana, sisanya pasti akan menyusul,"kata Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Ahmad Sahruddin, kepada wartawan usai acara itu.

Kejari Aceh Barat mengeksekusi sebanyak 39 terpidana Qanun Syariat Islam tentang Hukum Jinayah, pada tahap pertama 30 November 2017 sebanyak 18 orang, kemudian tahap kedua delapan orang dan sisanya 13 terpidana masih akan disesuaikan.

Semua terpidana tersebut telah mendapat putusan pengadilan Mahkamah Syariah Meulaboh, mereka terbukti dalam kasus khalwat, maisir (judi) dan khamar (minuman), dengan jumlah cambuk berfariasi, mulai terendah empat kali dan paling banyak 100 kali.

Terpidana Qanun Jinayah pria maupun wanita, menerima cambukan dengan rotan oleh algojo secara bergiliran, maju di atas pentas dan ditonton ratusan masyarakat, termasuk unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Aceh Barat.

"Mudah-mudahan bisa kita laksanakan semua terpidana selama 2017 ini, kalau tidak ya tahun selanjutnya. Yang jelas ada upaya paksa dari kami nanti dibantu Kepolisian, akan dijemput untuk penahanan, ditangkap istilahnya,"tegas Ahmad Syahruddin.

Pihak Kejaksaan dan Kepolisian Aceh Barat, masih terus memburu 13 terpidana lainnya yang belum menjalani eksekusi uqubah cambuk, sebab perbuatan itu harus dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat. (Ay/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00