• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Pengamat: Pengakuan Trump dapat Membahayakan Keamanan Warga AS

7 December
16:42 2017
2 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pengamat Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana menilai tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel bukan hanya melanggar hukum internasional dan membahayakan proses perdamaian di Timur Tengah namun juga akan membahayakan keamanan warga Amerika Serikat.

Dikhawatirkan kata Hikmahanto, rakyat dunia akan melampiaskan kekecewaannya pada apapun yang bernuansa Amerika.

"Kemarahan masyarakat pada Trump dapat ditujukan pada hal-hal yang berbau Amerika apakah itu lembaga negara ataupun warga Amerika itu sendiri ini yang kita khawatirkan," kata Hikmahanto dalam wawancara bersama Radio Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Hikmahanto menyarankan masyarakat tidak perlu melakukan sweeping di jalan-jalan dan melampiaskan kemarahannya pada orang yang tidak bersalah. Rakyat menurutnya hanya boleh melakukan aksi yang mendorong Presiden Trump mencabut pernyataannya.

"Tidak perlu lakukan sweeping, lebih baik dorong mereka untuk lakukan aksi pada kebijakan Trump ini, karena rakyat Amerika lah yang dapat membuat kebijakan Trump berubah," tuturnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat.

"Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan ibu kotanya sendiri," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir dari AFP.

Pemerintah AS juga memulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini merupakan salah satu pemenuhan janji kampanyenya kepada para pemilihnya.

"Pengakuan ini merupakan sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian," tambahnya. (LS/AA/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00