• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

RRI Gandeng Pelaku Seni Babel, Siapkan Pagelaran 'Dul Muluk'

7 December
14:15 2017
1 Votes (0)

KBRN, Sungailiat; LPP RRI Sungailiat menggandeng para pelaku seni budaya di Babel untuk pagelaran seni budaya teater 'Dul Muluk' Bangka Belitung. Cerita rakyat yang dikemas Dul Muluk itu bersifat kontemporer.

"Dul Muluk mengemas konten kilas balik perjalanan RRI Sungailiat dari awal kepemimpinan Bapak Kepsta Herman Sawiran (Almarhum) hingga kepemimpinan sekarang, Bapak Kepsta Aep Karman," kata Ahmad Nazuari, sang sutradara Dul Muluk Kamis (7/12/2017)

Ketika memaparkan sinopsis pagelaran Dul Muluk, Ahmad Nazuari yang biasa dipanggil Azwar mengatakan, teater Dul Muluk merupakan seni tradisional Babel yang memang perlu dilestarikan, namun dalam pelestariannya perlu dikorelasikan dengan situasional kekinian. Karenanya dia bersama pelaku seni lainnya menyambut prakarsa RRI dalam upaya pelestarian kearifan lokal ini.

"Kalau full pada fakumnya itu tidak menarik, jadi kami kemas secara kontemporer, ya 60 : 40 lah perbandingannya. Jadi alur ceritanya konten kekinian namun tidak meninggalkan unsur-unsur kekuatan Dul Muluk," kata Azwar dalam rapat persiapan pagelaran di ruang MP RRI Sungailiat. 

Dijelaskan, pagelaran Dul Muluk yang diagendakan tampil 16 Desember 2017 di Halaman RRI Sungailiat, akan dimainkan sedikitnya 14 personil inti. Cerita mengalir dipadu unsur parodi dan guyonan ala budaya daerah. Pantun, berpadu iringan musik dambus akan memadu cerita kilas balik eksistensi RRI Sungailiat. 

"Penokohan dalam Dul Muluk akan tampil dengan kekhasannya. Tokoh raja dan permaisurinya, hadam, inang menjadi tokoh tokoh yang dominan dalam teater Dul Muluk," jelas Azwar.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Sungailiat, Aep Karman Djadjasasmita mengatakan pagelaran seni tradisional Dul Muluk menjadi materi pilihan dalam pagelaran budaya menjelang akhir tahun 2017. Pelaksanaannya sejalannya dengan eksistensi RRI sebagai media perekat dan pemersatu bangsa. 

"Gelar budaya ini rutin dilaksanakan RRI diharapkan sebagai upaya memelihara pelestarian budaya lokal agar diketahui generasi muda sekarang. Saya harap panitia benar-benar mempersiapkan dan jalin koordinasi terus hingga pelaksanaannya pada 16 Desember 2017," kata Aep Karman. (LG/AA) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00