• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Kokohkan Karakter Lokal dalam Menasionalkan Kearifan Lokal BaBel

6 December
10:26 2017
1 Votes (0)

KBRN, Kemuje: Toko Pemuda Bangka Belitung sekaligus sebagai penulis Budaya Ahmadi Sofian menilai Potensi karakter budaya Lokal Bangka Belitung kerap di abaikan Pemerintah Daerah Khususnya di pulau Bangka. Ia mencontohkan seperti nama Kampung di Pulau Bangka yang banyak di tulis dengan ejaan bahasa indonesia dengan alasan menasionalkan, pandangan tersebut ditegaskannya adalah pandangan yang sangat keliru.

"Kalau soal potensi kita ini luar biasa, cuma kita punya justru kita hilangkan karakternya padahal karakter itulah yang di jual bali itu di kenal bukan karena pantainya tapi Budayanya nah kita ini malah mau memoderenkan saya itu ketawa aja dari nama saja kita sering merubah seperti nama kampung di Bangka ini  kemuje jadi kemuja, Aik Item jadi Air Hitam, Bakem jadi Bakam, Mudel jadi Modal, Kenango jadi Kenanga saya bingung dan saya khawatir 10 tahun lagi Desa Kace itu berubah nama jadi Desa Kaca," tegas Ahmadi Sopian di temui RRI, Rabu (6/12/2017).

Ahmadi Sofian juga mengatakan jika ingin menasionalkan potensi lokal tidak harus dengan merubah karakternya.

"Ini karena kita mau menasionalkan bukan itu cara menasional justru karakter kearifn lokal yang berpotensi ini di kokohkan kita kemas dan kita jual caranya bagaimana libatkan Budayawan dan orang orang kreatif serta Pemuda Pemuda kreatif di Bangka Belitung ini," imbuhnya.

Selain itu untuk mewujudkan hal tersebut menurut Ahmadi Sopian juga di butuhkan keberanian dan daya kreativitas Pemimpin - Pemimpin baik Propinsi maupun Kabupaten Kota yang ada.

"Tergatung jenis Pemimpin kita ini ya seperti apa kreatif gak dia ketika dia punya ide atau punya konsep lalu dia harus sampaikan ke bawahannya hingga ke tingkat desa lalu menjadi sebuah kinerja nah ini Pemimpin harus tau dan Punya Peta mana orang orang kreatif di BaBel ini ayo kita diskusikan," tukasnya.

Tokoh Pemuda Bangka Belitung Ahmadi Sopian meminta pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten Kota segera mengembalikan bahasa lokal yang menjadi karakteristik daerah tersebut seperti sedia kala. (WS/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00