• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Cimahi Razia Kecepatan Kendaraan di Jalan Tol Purbaleunyi

14 November
21:47 2017
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Operasi Zebra Lodaya 2017 yang diselenggarakan oleh jajaran Polres Cimahi dari tanggal 1 November lalu berakhir hingga hari ini.

Mengakhiri pelaksanaan Operasi Zebra, Selasa (14/11/2017), Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi melakukan razia kecepatan kendaraan di jalur Tol Purbaleunyi kilometer 120 jalur B, dengan alat pemantau kecepatan Speed Gun.

Kasat Lantas Polress Cimahi AKP.Suharto kepada wartawan menjelaskan, razia di jalan tol dilakukan untuk mengingatkan pengemudi terhadap keselamatan kendaraan, karena kecepatan kendaraan yang kurang atau melebihi ketentuan dapat berakit patal dan menyebabkan kecelakaan.

"Kita laksanakan razia ini terhadap kendaraan yang melaju dibawa kecepatan 60 km/jam dan diatas 80 km/jam, bila kita temukan langsung kita tilang," tandasnya.

Penggunaan alat speed gun itu, kata Suharto, karena alat yang dilengkapi dengan kamera tersebut bisa mencatat kecepatan kenderaan dengan sangat akurat.

Dalam razia di jalan tol purbaleunyi tersebut, petugas menindak 32 kendaraan yang laju kenderaannya dibawah ketentuan bahkan hanya 18 kilometer perjam.

"Para pelanggar di jalan tol itu kami dijerat dengan Pasal 287 ayat 5 UU RI nomor 14 tahun 2009 tentang Angkutan Lalulintas dan Jalan Raya ancaman hukuman kurungan maksimal 2 bulan penjara atau denda maksimal Rp500 ribu.

Menurut Kasat Lantas, selama berlangsungnya operasi Zebra hingga Senin (13/11/2017), pihaknya telah melakukan penindakan terhadap 17 ribu pelaku pelanggaran tata tertib lalu lintas.

"Bila dibanding tahun 2016, jumlah tersebut meningkat tajam karena hanya menindak sekitar 8 ribu pelanggar," terangnya.

Tetapi menurut Suharto, peningkatan jumlah pelangaran itu bukan berarti tingkat kepatuhan masyarakat menurun, melainkan pola tindak yang dilakukan saat ini dilakukan secara merata hingga ke pelosok dengan melibatkan jajaran Polsek setempat. Sedang tahun lalu razia hanya dilakukan di kota dan lokasi tertentu saja.

"Pelanggaran  paling banyak dilakukan oleh kenderaan roda dua, karena tidak memakai helm dan kelengkapan teknis administrasi seperti STNK dan tidak membawa atau tidak memiliki SIM," ungkapnya.

Selama operasi, petugas juga mengamankan sebanyak 150 unit kenderaan bermotor, 4 diantaranya kenderaan roda 4 karena tidak membawa bukti kepemilikan yang lengkap yaitu STNK.

"Sebagian kenderaan itu telah diambil oleh pemiliknya, karena mereka dapatnmenunjukkan surat-surat kenderaannya, sehingga mereka hanya dikenai Tipiring," tandasnya. (AH/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00