• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Puluhan Mahasiswa Indonesia di Mesir Manfaatkan Program “Viktif” Setiap Minggunya

14 November
20:44 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kairo : “VIKTIF” atau visa kolektif yang merupakan fasilitas bagi kepengurusan perpanjangan visa dari kedutaan besar RI (KBRI) di Kairo, Mesir, hingga saat ini masih dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia.

Sekretaris pertama protokol dan konsuler KBRI Kairo, Ninik Rahayu, mengatakan fasilitas “VIKTIF” itupun dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa didalam kepengurusan perpanjangan visa, tanpa harus mengantri di kantor imigrasi seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Setelah ada inisiatif ini pihak imigrasi setuju kalau yang mengurusi semua iqamah atau ijin tinggal itu adalah KBRI. Jadi, seperti ada perwakilan khusus yang mengurus di imigrasi."

"Semuanya tergantung administrasi Mesir, karena butuh otorisasi dari National Security ya minimal seminggu, sebulan, tiga atau empat bulan. Kalau itukan kita tidak bisa intervensi ya masalah administrasi. Ya kita paling mempermudahnya mahasiswa tidak perlu antri dari dini hari. Kemudian, rebutan atau berantem sama warga negara asing lainnya mungkin karena antrinya,”papar Ninik Rahayu ketika ditemui di ruangnya, Selasa (14/11/2017), di Kairo, Mesir.

Dijelaskan Ninik, hingga saat ini setidaknya 20 hingga 30 mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut disetiap minggunya.

“Sudah banyak itu yang mengurus ada 20 – 30 pengajuan tiap minggunya,” tambah Ninik.

Fasilitas VIKTIF telah dimulai sejak tahun 2012.  Bagi setiap pengurusan perpanjangan visa melalui fasilitas VIKTIF dikenakan biaya sebesar 90 pound Mesir atau setara sekitar Rp 70.000,- bagi ijin tinggal selama setahun.

Tim “VIKTIF” yang menangani langsung kepengurusan perpanjangan ijin tinggal di Mesir terdiri atas 9 orang mahasiswa senior dan perwakilan dari konsuler Indonesia di Mesir.

Dibagian lain Ninik Rahayu menyatakan, penertiban ijin tinggal oleh otoritas Mesir yang dilakukan kepada warga negara asing yang masih berlangsung hingga saat ini, tetap harus menjadi perhatian warga negara Indonesia (WNI) maupun mahasiswa Indonesia.

“Terlebih bagi mereka dengan masa ijin tinggal yang telah melebihi batas waktu yang diberikan, untuk segera mengurus perpanjangannya,”ungkapnya.
Sementara, pihak National Security (NS) Mesir telah menyampaikan kepada KBRI Kairo, untuk menginformasikan kepada WNI maupun mahasiswa agar selalu membawa paspor atau dokumen diri lainnya saat beraktifitas di luar rumah.

Sedangkan, pemerintah Mesir secara berkala memperpanjang status darurat setiap 3 bulan dari periode Oktober-Desember 2017. (RM/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00