• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kendalikan Inflasi, Pemprov Bengkulu Gandeng Maskapai Angkutan Udara

14 November
18:48 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu, Selasa, (14/11/2017) menggelar High Level Meeting semester II tahun 2017 dan Workshop TPID, dengan tema Strategi Efektif Pengendalian Inflasi Bengkulu, di Kantor Pemprov Bengkulu.

Kegiatan yang juga menyampaikan program dan inovasi pengendalian inflasi daerah lain, diantaranya penanda-tanganan kerjasama ternak sapi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Nusa Tenggara Timur (NTT), di buka Pelaksana tugas (Plt) Sekda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto, dengan menghadirkan Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kemenko Perekonomian, sekaligus anggota Pokjanas TPID, Edi Prio Pambudi sebagai narasumber.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia mengatakan, hingga Oktober laju inflasi di Bengkulu berada pada angka 2,87 persen, atau turun dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 5,43 persen, atau lebih rendah dari inflasi nasional yang 3,58 persen.

Dikatakan, penurunan angka inflasi itu dipengaruhi oleh langkah Pemerintah Daerah menggandeng maskapai penerbangan untuk menambah jumlah armada dan rute-nya langsung ke beberapa provinsi tetangga di Bengkulu.

"Kontribusi terbesar sebelumnya selalu membandel inflasi angkutan udara, sekarang turun drastis. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada pak Pemprov Bengkulu yang telah mengupayakan pembukaan jalur angkutan udara yang baru," ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengapresiasi, kinerja TPID Provinsi Bengkulu yang mampu menekan angka inflasi, dengan melakukan inovasi membuka rute penerbangan baru ke beberapa provinsi tetangga, antara lain Palembang, Padang dan Jambi, mengingat sebelumnya angkutan udara sangat mempengaruhi angka inflasi di Provinsi Bengkulu ini.

"Saya kira langkah ini suatu terobosan dengan menggandeng maskapai menambah penerbangan langsung sangat baik untuk menurunkan inflasi. Untuk merespon rute angkutan udara yang semakin ramai dan langsung tanpa transit di Jakarta, saya mengusulkan juga agar pemerintah serius membangun sektor pariwisata yang kedepan akan menjadi andalan penghasil devisa,” ujarnya.

Selain itu, untuk komoditi daging sapi merupakan salah satu penyumbang inflasi, terutama pada saat menghadapi hari hari besar keagamaan, lantaran pada saat itu permintaan daging meningkat.

“Model kepemilikan sapi yang umumnya merupakan usaha sampingan, mengakibatkan suplai sapi siap potong tidak mampu memenuhi kebutuhan. Sehingga harus mendatangkan sapi dari provinsi tetangga dengan harga yang relatif tinggi. Mengatasi hal tersebut, pemerintah memfasilitasi terjalinnya tata niaga sapi melalui kerjasama antar badan usaha milik petani (BUMP) provinsi Bengkulu dengan BUMP Provinsi NTT, saya kira sangat baik sekali,” katanya.

Di samping itu, Plt Sekda Provinsi Bengkulu Gotri suyanto berharap, pertemuan TPID semester II ini, menjadi langkah nyata menghasilkan solusi yang lebih kongkrit dalam mengatasi inflasi daerah dan mendorong peningkatan ekonomi daerah serta nasional. (rep/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00