• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Bali Kawinkan 2 Emas pada Kejurnas Cricket 2017

14 November
18:41 2017
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Kontingen Bali berhasil mengawinkan dua emas putra putri dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior Cricket Indonesia 2017 yang berlangsung 8 hingga 14 November di Jakarta.

Atlet Cricket Putri Bali lebih dahulu berhasil mengalahkan DKI Jakarta pada babak final dengan skor 80:79. Menyusul sumbangan sekeping emas lagi dari atlet cricket putra Bali yang juga berhasil mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 97:96.

Ketua Harian Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali Made Erawan di hubungi RRI Selasa (14/11/2017) mengaku bangga dengan raihan tersebut. Prestasi yang ditorehkan atlet cricket Bali sekaligus hadiah atas pengorbanan atlet yang harus bertanding di luar daerah tatkala Hari Raya Kuningan.

“Ini merupakan hadiah yang sangat luar biasa, walau mereka tidak sempat berkumpul bersama keluarga, sembahyang bersama-sama keluarga saat Hari Raya Kuningan,” ucapnya.

Made Erawan lebih lanjut mengatakan, sebelumnya PCI Bali hanya menargetkan para atlet mampu lolos ke babak final, namun setelah di final mereka mampu tampil optimal dan memberikan kejutan dengan mengawinkan dua medali emas tersebut.

“Kita mencoba mengkombinasikan atlet senior dan atlet junior kita untuk persiapan Pra PON dan PON 2020. Kami hanya menargetkan mereka bisa sampai di final, ternyata mental juara anak-anak, perjuangan mereka sangat luar biasa, walau skornya beda tipis tetapi itulah mental juara yang dimiliki atlet cricket putri dan putra Bali,” tuturnya.

Made Erawan menambahkan, rival berat atlet putri Bali sejak awal adalah DKI Jakarta, sementara di tim putra lawan berat Bali diprediksi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Namun Kalimantan Timur membuat kejutan juga, sehingga saat pertandingan final, Tim Cricket Putra Bali lebih nyaman menghadapi lawan dari Kalimantan Timur.

Sementara itu, Asisten Pelatih Wayan Sukadana mengungkapkan euphoria kemenangan atlet cricket Bali yang menangis seusai pertandingan.

“Mereka itu sangat bangga sekali karena bisa membalas kekalahan mereka saat PON di Jawa Barat. Mereka saat di PON dikalahkan oleh DKI, sehingga setelah menang tadi hampir semua anak-anak kita itu menangis karena saking gembiranya mereka,” tuturnya.

Wayan Sukadana menambahkan, pasca kemenangan tersebut, PR atlet ke depan harus memperbaiki teknik Betting yang dinilai masih kurang. Selain itu kondisi fisik atlet semestinya dapat dijaga, mengingat lawan-lawan yang dihadapi dalam PON 2020 di Papua mendatang merupakan jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang notabena merupakan tokoh-tokoh olahraga.

“PON Papua nanti kita tidak boleh lengah. Saya melihat dari permainan mereka, Betting anak-anak masih perlu ditingkatkan, apalagi nanti yang dihadapi itu kebanyakan dari UNJ yang notabena tokoh-tokoh olahraga,” pungkasnya. (

  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00