• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Daya Saing Indonesia Naik, Kalahkan Sejumah Negara di ASEAN

14 November
17:11 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengungkapkan, daya saing bangsa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir naik, bahkan sudah mengalahkan sejumlah negara di kawasan ASEAN, di samping berpeluang besar untuk meningkatkan daya saing di dunia.

Hal itu dikatakan Menristekdikti saat kuliah kebangsaan bertema "Menumbuhkan Semangat Kebangsaan" di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Selasa (14/11/2017), yang diikuti ribuan mahasiswa.

Menurutnya, meningkatnya daya saing bangsa Indoensia didorong setidaknya dua unsur yaitu tenaga kerja terampil dan inovasi.

"Melalui kedua unsur itu, masyarakat Indonesia dapat meningkatkan daya saing, tidak hanya di regional atau Asia Tenggara, tetapi juga dunia karena melalui unsur itu dapat menghasilkan sumber daya berkualitas, sehingga saat ini sudah mengalahkan sejumlah negara di kawasan ASEAN," ungkapnya.

Mohamad Nasir mengakui, bahwa saat ini sudah banyak anak bangsa melahirkan berbagai inovasi dalam negeri secara otomatis meningkatkan daya saing Indonesia.

"Indonesia melalui perguruan tinggi islam, juga terus melakukan riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing nasional dalam di berbagai bidang," urainya.

Dalam pertemuan itu, M Nasir mengungkapkan, saat ini Indonesia membutuhkan SDM yang mampu bersaing secara nasional dan internasional. Untuk itu, tujuan utama bagi Kemenristekdikti yakni meningkatkan daya saing bangsa.

“Dengan menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang berkuakitas, national competitiveness ini bisa dicapai,” ujar Nasir.

Dalam rangka mencapai kemampuan daya saing, ada beberapa syarat yang harus dimiliki. Syarat itu yakni SDM yang harus kuat, adanya inovasi dan kemampuan yang kuat. Itu semua bisa diraih dengan membentuk calon pemimpin masa depan sejak saat ini.

“Termasuk di UIN Suska, hendaknya bisa menghasilkan calon pemimpin masa depan,” ujar Nasir.

Sementara itu, tokoh nasional Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, mengakui bahwa UIN yang berada di tiap-tiap daerah di Indonesia telah memberikan banyak perubahan. Keberadaan UIN juga menjadi hasil perjuangan ulama untuk meningkatkan daya saing santri di Indonesia.

“Sebelumnya, banyak santri yang sulit untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun dengan adanya UIN, maka tidak hanya kesempatan, namun juga kemudahan bagi santri untuk bersaing secara global,” sebut Cak Imin.

Menurut dia, UIN atau IAIN selama ini telah membentuk santri kenjadi kelompok kelas menengah yang siap bersaing. Selain itu, kini UIN juga tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang multidisiplin. “Ini akan memperkuat SDM santri yang ada,” sebutnya. (TS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00