• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Jokowi Ajak Negara-Negara Asia Timur untuk jaga Budaya Dialog

14 November
16:30 2017
0 Votes (0)

KBRN, Manila: Bank Dunia dan International Monetary Fund IMF melaporkan bahwa prospek ekonomi dunia akan terus membaik di tahun 2018 mendatang. Namun demikian masih terdapat sejumlah faktor yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi tersebut, diantaranya proteksionisme dan instabilitas politik dunia. Bahkan gejala proteksionisme baik berupa hambatan tarif maupun non tariff semakin meningkat.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo mengajak para kepala negara untuk bekerjasama agar keterbukaan ekonomi dapat dijaga dan inklusifitas tetap diperhatikan serta membawa manfaat bagi semua negara.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 Asia Timur yang digelar Selasa (14/11/17) di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina seperti dilaporkan Tim RRI Andy Romdoni.

“Penerapan semangat ini akan mempersempit jurang pembangunan antar negara,” ucap Presiden Jokowi.

Selain itu, menurut Presiden, instabilitas politik juga dinilai akan menghambat pertumbuhan ekonomi dunia. 

“Konflik dan perang kejahatan lintas batas dapat mendorong instabilitas politik dunia,” kata Presiden Jokowi.

Dalam konteks inilah menurut Presiden, peran penting ASEAN dan Asia Timur diperlukan.
 
"Kita harus terus menjaga agar budaya dialog terus menjadi budaya negara anggota KTT Asia Timur, utamanya collective leadership kita dalam penyelesaian secara damai yang diperlukan dunia," ungkapnya.

Isu terorisme juga tak lepas dari pembicaraan dalam forum tersebut. Presiden Joko Widodo mengingatkan walaupun Kota Marawi sudah dibebaskan dari kependudukan teroris, namun ancaman terorisme masih belum akan menurun.

"Kerja sama regional dan internasional harus terus ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan hardpower dan juga softpower, termasuk dalam mengatasi pendanaan terhadap terorisme," ucap Presiden Jokowi.
 
Presiden Joko Widodo menegaskan agar counter narasi yang mengedepankan nilai toleransi juga harus diperkuat. (PR/Foto:BPMI/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00