• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Upaya Kabupaten Bandung Lestarikan Budaya Penca Buhun

13 November
12:23 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Jawa Barat berkomitmen untuk mewariskan nilai filosofi seni budaya penca buhun ke generasi muda. Bersama Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kabupaten Bandung akan menggali akar budaya pencak silat buhun asli Kabupaten Bandung.

Selama ini menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Bandung, Agus Firman Zaini, pencak silat yang diajarkan lebih banyak menekankan pada jurus dan kemampuan bertarung.

 “Padahal sebenarnya pencak silat bukan hanya mengajarkan beladiri, tetapi yang lebih utama adalah nilai-nilai hidup yang terkandung didalamnya,” ujar Agus Firman Zaini, di Bandung, Senin (13/11/2017).

Selain nilai-nilai akar budaya yang terkandung dalam pencak silat, menurut Agus, kongres juga akan mengungkap sejarah pencak silat di Kab.Bandung dan menggali serta mencari keberadaan pencak silat buhun asli Kab.Bandung.

”Seperti halnya kesenian-kesenian tradisional lainnya, para pelaku seni budaya di Kabupaten Bandung lebih banyak berpatok pada Kota Bandung karena aktivitas lebih banyak di Kota Bandung, mulai nanti kami akan merangsang agar pelaku pencak silat menunjukan ciri mandiri atau kekhasan pencak silat kabupaten Bandung,” tambah Agus.

Dikatakan Agus, Kogres PPSI Kab Bandung yang akan diikuti 31 DPC PPSI pada Selasa (14/11/2017) mendatang, juga untuk menunjukan komitmen kuat pihaknya mendukung dan mendorong agar penca mendapat pengakuan UNESCO pada pengajuan 2018 mendatang. Selain diisi pembentukan kepengurusan baru, kongres juga akan di isi pasanggiri sendra penca, pelatihan yang dipungkas Sabilulungan Kemprug Jawara Penca Pilemburan yang diikuti seribu pendekar penca.

Sementara Kepala Bidang Kesenian, Aten Sonadi yang mendampingi menambahkan pasca penampilan pencak silat di markas besar UNESCO di Paris Prancis 10 Mei lalu, Kongres Penca se Kab. Bandung, diharapkan menjadi bahan penilaian.

“Pencak Silat akan diajukan pada tahun 2018 mendatang dan proses verifikasi dan penilaian UNESCO diperkirakan akan memakan waktu selama dua tahun, karenanya kegiatan yang kami selenggarakan dapat dijadikan bahan pertimbangan,” harap Aten.

Selain itu menurut Aten, hasil kongres juga akan menentukan daerah mana yang layak untuk menjadi prioritas Program Seribu Kampung Budaya yang dicanangkan Bupati Bandung.

“Di Kabupaten Bandung masih banyak penca buhun dan tokohnya masih ada, jadi kami memandang perlu untuk diselamatkan keberadaannya dan dimasukan Program Seribu Kampung Budaya, seperti daerah Cimaung, Pangalengan, Cicalengka dan beberapa daerah lainnya,”ujar Aten.

Sementara itu sejumlah paguron pencak silat di Kabupaten Bandung menyatakan kesiapan untuk menghadiri Kongres Pendekar Penca Kab.Bandung. Namun karena dibatasi paguron pencak silat hanya diwakili DPC PPSI maka keberadaan paguron akan diakomodir melalui pegelaran Sabilulungan Kemprug Jawara Penca Pilemburan yang menampilkan seribu pendekar penca. (IR/AZ/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00