• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Dua Siswa di Semarang Ini Ciptakan Lengan Robot untuk Disabilitas

8 November
18:01 2017
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Dua remaja SMA Kolese Loyola Semarang Eduardus Ariasena dan Andreas Khrisnanto Pramudyo, berhasil menciptakan robot yang dinamai Lentera atau Lengan protese Berbasim Rem, Spuit dan Arduino. Robot ini berfungsi untuk menggantikan bentuk bentuk lengan dan tangan yang nantinya berfungsi layaknya fungsi dasar lengan dan tangan, seperti menggenggam dan menekuk.

Siswa kelas 12 ini pun berhasil memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana untuk membuat robot lengan. Meski terlihat sederhana, namun lengan robot yang difungsikan bagi penyandang Tuna Daksa yang kehilangan sebagian atau seluruh lengan ini, telah mampu berfungsi layaknya fungsi dasar lengan dan tangan.

Eduardus Ariasena, Rabu (08/11/2017), menjelaskan Lentera ini memiliki kerangka terbuat dari pipa peralon, telapak tangan atau pencapitnya terbuat dari perpaduan aluminium dan karet, serta pengontrolnya diletakkan pada sandal plastic. 

“Untuk menggerakkannya pengguna mengontrol melalui joystick yang ditempatkan di alas kaki yang dihubungkan ke lengan menggunakan teknologi Bluetooth. Dari sinyal joystick tersebut, diterima oleh rangkaian arduino di lengan, yang kemudian digunakan untuk memerintah servo atau rangkaian penggerak pada lengan untuk bergerak,” katanya.

Sedangkan pada kerangka lengan, dipasang tiga servo untuk menghasilkan tiga gerakan, yakni menggenggam, menekuk, serta memutar. Menurutnya untuk menciptakan robot lengan ini, biaya yang dikeluarkan pun relative murah sekitar Rp 750 ribu, jauh dari harga lengan protese yang dijual saat ini sekitar Rp 20 Juta.

“Pembuatannya hanya menggunakan bahan-bahan sederhana sehingga murah cuman Rp 750 ribuan saja,” tambahnya.

Andreas Khrisnanto Pramudyo menambahkan, ke depannya akan menyempurnakan lengan protese ciptaannya dengan penambahan casing agar terlihat seperti lengan manusia.

“Akan kita kasih pelindung atau casing agar lebih rapih dan terlihat seperti lengan manusia,” imbuhnya.

Berkat ciptaannya ini, Eduardus Ariasena dan Andreas Khrisnanto Pramudyo menyabet juara kedua dalam lomba National Young Inventors Award yang diselenggarakan oleh lembaga riset negara berkelas dunia, LIPI. (LS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00