• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Musim Peralihan, Warga Kairo Pilih Luangkan Waktu Ke Taman

12 October
18:49 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kairo : Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar nama Mesir, mungkin bagi sebagian Anda yang belum pernah ke negara yang termasuk di bagian benua Timur Tengah dan Afrika itu, menyangka bahwa iklim di sana sangat panas.

Namun, pendapat itu tentunya tidak benar.

Meskipun masuk kedalam kawasan Timur Tengah dan Afrika, tetapi Mesir memiliki 4 musim seperti negara-negara di benua Eropa.

Memiliki kesempatan untuk kembali bertugas ke negeri seribu Nabi ini, tentunya merupakan kesempatan berharga bagi saya.

Apalagi, ditengah-tengah peralihan musim dari musim panas ke musim dingin seperti saat ini.

Anda tentunya bisa membayangkan betapa segarnya semilir angin yang berhembus, khususnya disore dan malam hari.

Memasuki musim dingin seperti saat ini warga Kairo khususnya, lebih memilih untuk beraktifitas ke luar rumah khususnya saat menjelang matahari terbenam.

Seperti, Layely yang saya temui di taman Lotus yang terletak di kawasan Hay Sabi’, Nasr City.

Perempuan berambut pirang coklat ini bahkan membawa anjing peliharaannya. Layely mengatakan, taman Lotus merupakan taman yang cocok khusus untuk anjing peliharannya bermain.

“Ini sebenarnya adalah pertama kali bagi saya untuk membawa dia (anjing peliharaan) ke taman. Karena, sebenarnya anjing maupun hewan peliharaan lainnya tidak diijinkan untuk masuk. Tapi, seperti yang Anda lihat, dia sangat menikmati waktunya di sini,”ujar Layely.

Meski demikian, ia menyatakan agak kecewa, karena harus membayar lebih agar anjing peliharaannya dapat diperbolehkan masuk.

“Senang sekali karena sebenarnya saya tidak boleh kesini dengan membawa anjing dan itu merupakan suatu hal yang tidak biasa di sini. Jadi, saya harus membayar lebih banyak dan tadi saya membayar 10 pounds,” tambahnya.

Oh ya, untuk masuk ke sebagian besar taman-taman kota di Kairo, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk. Seperti di taman Lotus, setiap pengunjung dikenakan biaya sekitar 3 Pound Mesir atau sekitar Rp 2.300,-.

Di taman Lotus saya juga bertemu dengan sejumlah mahasiswa Indonesia.

Maklum, kawasan Hay Sabi’ juga merupakan salah satu area tempat tinggal mahasiswa Indonesia.

Seperti, Muchtar yang pada sore itu mengajak istri dan seorang bayinya yang baru berusia 2 bulan.

Ayah muda yang masih berkuliah di universitas Al-Azhar itu menyatakan, taman merupakan tempat yang tenang dan damai untuk dikunjungi ditengah-tengah kesibukan kota Kairo.

 “Ini baru pertama kali masuk musim dingin bareng sama baby, jadi ke taman gini diperalihan emang enak. Jadi, melihat hijau-hijau di taman kota itu kayak liat apa gitu, seger banget,”ungkap Muchtar.

Warga Indonesia lainnya yang saya jumpai di taman Lotus, adalah Zakya Murniaty.

Zakya yang juga merupakan mahasiswi di universitas Al-Azhar, bertempat tinggal tepat di depan taman Lotus.

Menurutnya, taman menjadi lokasi yang tepat untuk beraktifitas di luar rumah. Khususnya, untuk menjadi tempat belajar saat memasuki masa ujian.

 “Kalau lagi bosen mau cari suasana baru aja baru ke taman. Tapi, enak sih kalau ke taman belajar apalagi kalau deket-deket ujian jadinya fokus gitu. Kalau kita mau menghafal kenceng-kenceng di luarkan lebih bebas, dibanding kalau di dalam rumah,”imbuh Zakya.

Puncak musim dingin di Mesir biasanya dimulai pada Januri hingga Februari.

Namun, beberapa bulan sebelumnya ketika masa peralihan, masyarakat setempat kerap menghabiskan waktu di luar rumah seperti di taman.

Kota Kairo misalnya dengan jumlah populasi penduduk mencapai 9,5 juta jiwa dan sebagian besar tinggal di apartemen ataupun rumah susun yang tidak dilengkapi dengan halaman depan, tentunya taman menjadi lokasi favorit untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta bahkan hewan peliharaan. (RM/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00