• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Usaha Arang Bakau Solusi Ekonomi Warga Batu Ampar Kalbar

12 October
17:36 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kubu Raya : Pengusaha arang bakau masyarakat Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat yang hingga sekarang sudah mencapai 300 orang, secara tidak langsung telah menciptakan lapangan karja. Sebab para pengusaha tersebut rata-rata telah mempekerjakan lebih dari 15 orang dengan spesifikasi berbeda-beda, mulai dari pencari dan pengangkutan bahan baku, penyusun kayu di dapur arang, pembongkaran, pemotongan arang sesuai ukuran hingga pengepakan.

Sebut saja Ismalil, satu dari ratusan pengusaha arang bakau, di Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, kepada RRI Kamis (12/10/2017) mengatakan,  jika dihitung dari bahan baku dan upah para pekerja, setiap bongkar masih dapat mengantongi keuntungan bersih Rp 3 juta. Namun keuntungan tersebut baru dapat dinikmati setelah pembongkaran dan pengepakan, karena sejak pembakaran di dapur arang hingga pembongkaran memerlukan waktu  satu setengah bulan.

Sementara ketika ditanya tentang  ketersediaan dan kelestarian bahan baku, Ismail menyatakan tidak masalah asalkan mengikuti ketentuan dari pemerintah Kecamatan, sehingga peremajaan secara alami dapat berlasung dengan baik.

“Ndak pandai habis, bukan apa bakau ini ndak ditanampun sudah tumbuh sendiri, contoh bekas perusahaan kayu Alas Kusuma sudah tumbuh bakau dan boleh ditebang, bahkan ditebang disini di sana tumbuh”, ungkapnya.

Mengenai pemasarannya sudah ada yang mengambil dan disalurkan ke Pontianak dan bebarapa Kabupaten lainnya, bahkan ada yang diekspor dalam skala besar.

Sementara itu Camat Batu Ampar, Junaidi mengatakan produksi arang bakau ini meruapakan bagian dari kearifan lokal yang  sudah lama dimiliki  masyarakat, bahkan boleh dibilang menjadi tradisi masyarakat Batu Ampar sepanjang tidak merusak lingkungan.

“Tidak merusak lingkungan ynag sudah ditetapkan oleh Pemerintah, sepanjang itu untuk keperluan masyarakat masih diperkenankan, karena ada zona-zona wilayah yang diberikan, terkait dengan eksploitasi hutan bakau tersebut. Nah untuk di batu Ampar ada hutan desa yang sudah diberikan SK oleh Kehutanan”, tegasnya.

Camat Batu Ampar mengatakan hutan desa  Bakau tersebut dikelolan masyarakat agar tidak merusak dalam mengeksploitasi hutan-hutan yang ada.

“Hutan bakau yang sudah diberikan SK Menteri Kehutanan dikelola dan dibudidayakan oleh desa, karena banyak manfaatnya diantaranya mandu dan kepiting manggrove yang merupakan solusi alternatif penghasilan masyarakat selain arang bakau atau manggrove”, pungkasnya. (Her/AA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00