• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dinilai Diskriminatif, Ratusan Mahasiswa dan OKP Gelar Aksi Tolak GGD

12 October
14:50 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sintang : Ratusan Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat melakukan aksi damai menolak  program Guru Garis Depan (GGD) karena dinilai diskriminasi terhadap masyarat lokal.

Aksi ini dilakukan mulai dari lingkar Tugu BI, Taman Entuyut hingga ke Gedung DPRD Sintang, Kamis (12/10/2017).

Di Sintang ada 260 GGD yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia  yang ditempatkan di daerah 3 T (Terluar, Terdepan, Tertinggal)  dinilai mengabaikan SDM di daerah, karena mereka yang di terima bukan asli warga lokal.

Di Gedung DPRD Sintang Ketua BEM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Beti Suci Elese meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Sintang untuk dapat menyampaikan aspirasi terkait penolakan Guru Garis Depan (GGD) kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Program ini sangat tidak adil untuk guru- guru honorer daerah karena terjadi kesenjangan penghasilan, GGD memiliki penghasilan saya dengar sampai Rp8 juta sedangkan guru honorer hanya  mendapatkan Rp400 ribu,” katanya.

Ia menilai ini tidak adil untuk guru- guru yang sudah mengabdi bertahun- tahun di daerah perbatasan, program GGD bukan pemerataan karena tidak akan mengentaskan kekurangan guru di daerah.

Ia juga meminta, baik kepada DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memperhatikan guru-guru yang sudah mengabdi selama ini, terutama guru honorer.

Apalagi memang banyak guru honorer di daerah perbatasan dan tertinggal di Kabupaten Sintang.

"Kenapa tidak mengangkat mereka saja menjadi pegawai negeri sipil. Mengapa harus mengambil dari luar. Sementara mereka sudah mengerti kultur di daerah tersebut karena sudah mengabdikan diri selama bertahun-tahun. Mereka juga punya kemampuan," jelasnya.

Menurutnya program GGD ini bertolakbelakang dengan kesejahteraan guru-guru yang sudah selama ini mengabdi masih memprihatinkan.

Mendatangkan guru dari luar itu hanya akan menambah sarjana yang menganggur di daerah.

“Kami putra-putri daerah juga siap membangun daerah kami. Makanya kami meminta perhatikan dahulu putra-putri daerah," Tandasnya. (Fik/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00