• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Selisih Data Pemilih dengan Data Wajib KTP yang Berjumlah 97 Ribu yang Belum Terekam Datanya

12 October
10:11 2017
1 Votes (5)

KBRN, Subang: Mengingat Tahapan Pemutahiran data pemilih, di Pilkada Serentak 2018, semakin dekat tepatnya di bulan Desember 2017 nanti, membuat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang, Maman Suparman merasa khawatir, jika 97 ribu penduduk Subang, yang belum terekam datanya itu, tidak terekam dalam waktu dekat ini, maka akan menjadi polemiks pada saat Pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 nanti.

Karena menurut Maman, data penduduk yang berjumlah 97 ribu orang itu harus masuk DPT Pilkada Serentak 2018, yang berbasis e-KTP, "Perekaman data Penduduk yang merupakan wajib KTP itu, harus segera dilakukan oleh Disdukcapil, karena Saya kawatir, jika tidak terekam, akan menjadi polemiks di saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 nanti," ujar Maman kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Kemis (12/10/2017).
Terkait dengan permasalahan tersebut kata Maman, sesuai dengan tahapan Pilkada Serentak 2018, KPU segera membentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), untuk mencocokan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4), yang nantinya dijadikan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"KPU nanti akan menurunkan Petugas PPDP, untuk melakukan pendataan data penduduk, yang bersumber dari DP4 untuk dijadikan DPS Pilkada Serentak 2018," jelasnya.
Maka Ia berharap, pihaknya bersama debgan Disdukcapil, harus mampy membangun sinergitas untuk bersama-sama melakukan pendataan dan perekaman data penduduk, untuk kepentingan DPT Pilkada Serentah 2018. (RE/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00