• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Pertunjukan Kesenian untuk Wisatawan, Tinggalkan Nilai Spiritual

11 October
15:56 2017
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Sejumlah topeng tua koleksi Museum Bali dipertunjukkan oleh para maestro seniman Bali serangkaian workshop topeng yang merupakan salah satu kegiatan Bali Nawa Natya, Rabu (11/10/2017). Bertempat di salah satu gedung Museum Bali siang tadi seniman Made Bandem, Wayan Dibia dan Ketut Kodi secara bergantian tampil dengan topeng koleksi Museum Bali. 

Seusai acara Made Bandem mengatakan, work shop kesenian seperti topeng dan kesenian jenis lainnya tersebut sangat penting  untuk berkomunikasi antara seniman dan generasi muda.

Sementara Ketut Kodi mengatakan, pentingnya menjaga karakter topeng yang dibuat seniman-seniman  dulu dengan menjaga warna topeng tetap sama paling tidak mendekati warna aslinya jika dilakukan pengecatan ulang karena warnanya sudah pudar.Dikatakan, ketika membuat topeng duplikat topeng sebelumnya diharapkan warnanya sama agar taksunya tetap ada.

Sementara itu seniman Wayan Dibia mengakui saat ini banyak generasi muda yang mulai menekuni topeng hanya saja kurang mendalami sehingga kurang berkarakter. Dikatakan, taksu pertunjukkan topeng, barong atau kesenian lainnya menjadi hilang karena sering dipertunjukkan kepada wisatawan dengan tidak memperhatikan aturan.

“Itu kan karena semakin sering mereka pentas, sekaa itu ada kecenderungan mereka mengabaikan hal-hal yang bersifat spiritual," katanya.

Dibia mengatakan, banyak sekaa saat ini hanya mengejar materi saja dalam setiap pertunjukkan tanpa memperhatikan pakem-pakem yang ada. Semakin banyak mereka tampil semakin banyak pendapatan yang bisa diraih tanpa memperhatikan nilai dari pertunjukkan tersebut. 

Untuk itu Ia meminta pemerintah mempertegas aturan terkait pertunjukkan kepada wisatawan untuk menjaga budaya Bali yang bernilai Adi luhung jangan sampai hilang. (NNK/WDA) 

  • Tentang Penulis

    Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00