• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Perguruan Tinggi se Jabar Serentak Gelar Kuliah Akbar Melawan Radikalisme dan Intoleransi

7 October
19:52 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Berjangkitnya paham radikalisme dan intoleransi di kalangan perguruan tinggi khususnya mahasiswa, saat ini sangat memprihatinkan. Dari beberapa kasus radikalisme maupun intoleransi yang terjadi, melibatkan pelaku mahasiswa.

Kondisi tersebut diakui Ketua Steering Committe (SC) Pimpinan Perguruan Tinggi Jawa Barat Nurlaela Kumala Dewi, serta 37 SC lainnya di Jawa Barat. 

"Untuk menangkal (radikalisme) yang sudah sedemikian tinggi, dan terasa di lingkungan kampus kami bersama-sama akan melawan hal tersebut," tegas Nurlela dalam jumpa pers di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Bandung, Sabtu (7/10/2017) sore.

Dikatakan Nurlaela, radikalisme sangat terasa dengan sejumlah aksi teror yang terjadi di Tanah Air akhir-akhir ini. Terlebih, beberapa aksi teror tersebut dilakukan oleh sosok yang berusia muda. Nurlela memandang, aksi-aksi semacam itu dapat memengaruhi anak-anak bertindak lebih radikal lagi.

Belum lagi  informasi yang berbau paham radikalisme ataupun intoleransi di dunia maya, yang sangat mudah mempengaruhi pemikiran generasi muda.

"Paham radikalisme masuk, tidak bikin secara fisik, tapi membuat postingan yang tanpa sadar berbeda, dan meyinggung. Kalau di biarkan nantinya lebih parah, mahasiswa menjurus rasis dan radikal. Ini merupakan perhatian seluruh pimpinan perguruan tinggi di Jawa Barat. Kita perlu menguatkan para mahasiswa dengan Pancasila," paparnya.

Untuk mencegahnya, pimpinan perguruan tinggi di Jawa Barat sepakat untuk menggelar Kuliah Akbar Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme dan Intoleransi, yang serentak di lakukan di seluruh Jawa Barat, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 nanti.

"Seratus ribu civitas akademika perguruan tinggi akan mengikuti kegiatan ini. Ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan 3000 pimpinan perguruan tinggi di Bali beberapa waktu lalu, yang khusus membahas radikalisme," ungkapnya. (AZ/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00