• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Sembilan Gunungan Ramaikan Selamatan Desa di Bondowoso

6 October
19:01 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bondowoso : Ribuan masyarakat Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menyaksikan Festival Budaya dan Selamatan Desa dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1439 Hijriah.

Festival budaya yang berlangsung di lokasi Wisata Almour, Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer, Jumat (6/10/2017) sore ini memamerkan setidaknya sembilan gunungan yang terbuat dari hasil bumi masyarakat setempat. 

"Gunungan yang mengerucut ini mengandung filosofi bahwa segala sesuatu atas ridho Allah SWT," kata Kepala Desa Alassumur, Totok Haryanto dalam sambutannya.

Ia mengemukakan, festival budaya dan selamatan desa merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang telah diberikan. Selain itu, untuk membangkitkan semangat gotong royong yang mulai memudar.

"Budaya kita semakin terkikis, dengan acara selamatan desa ini, kita berharap bisa membangkitkan semangat gotong royong," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dafir yang hadir dalam acara tersebut berpesan kepada masyarakat agar jangan sekali-kali melupakan jasa para ulama. Sebab terbentuknya negara dan diraihnya kemerdekaan tidak lepas dari jasa para ulama.

"Kita bisa memperingati selamatan desa ini karena perjuangan para ulama. Negara lahir dan merdeka karena jasa para ulama. Jangan menilai bahwa para ulama hanya bisa berdoa dan mengajar ilmu aqidah, karena para ulama juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia," paparnya. 

Dafir juga mengimbau agar masyarakat memakmurkan masjid, melakukan kegiatan keagamaan di masjid, seperti, berjamaah, tadarus, atau kegiatan keagamaan lainnya. Dengan demikian, visi pemerintah Bondowoso yaitu menciptakan masyarakat yang beriman, berdaya dan bermartabat bisa tercapai.

"Cinta Nabi dengan menghidupkan sholawat melalui jemaah sholawat juga harus kita lakukan," imbuhnya.

Acara ini juga menghadirkan penceramah dari Situbondo, yaitu Kiai Faqih Ali, Camat Pujer, Kapolsek Pujer, dan ribuan masyarakat.

Sebelum acara usai, masyarakat secara spontan menyerbu gunungan yang terbuat dari rangkain sayur dan buah. Mereka berebut satu sama lain, tak peduli apa saja yang mereka perebutkan yang terpenting bisa mengambil salah satu hasil bumi yang ada di gunungan.

Menurut mereka, barang tersebut mengandung nilai barokah karena telah didoakan banyak orang. (DA/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00