• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

11 Jolen Dilarung dalam Prosesi Sedekah Laut di CIlacap

6 October
11:43 2017
0 Votes (0)

KBRN, Cilacap: Sebanyak 11 jolen (sesaji) dilarung dalam gelar budaya Sedekah Laut di Pantai Teluk Penyu  Cilacap, Jumat (6/10/2017).

Ini merupakan tradisi nelayan di pantai Selatan Cilacap yang diselenggarakan di setiap bulan Sura dalam penanggalan Jawa.

Sebelas jolen itu merupakan persembahan dari Bupati Cilacap yang disebut Jolen Tunggul (utama –red), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, perwakilan masyarakat, serta 8 kelompok nelayan, masing-masing Bengawan Donan, Sentolo Kawat, Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Pandanarang, Sidakaya, Kemiren, Tegalkatilayu, dan Lengkong.

Rangkaian Sedekah Laut diawali upacara pemberangkatan jolen di Pendopo Wijayakusuma.

Diawali kedatangan rombongan Tumenggung Duto Pangarso selaku utusan Bupati yang bertugas sebagai pemimpin pasukan pembawa jolen.
Tumenggung Duto Pangarso lebih dulu memastikan kesiapan 8 ketua kelompok nelayan untuk melakukan larung jolen.

Bupati, Tatto Suwarto Pamuji secara simbolis menyerahkan Jolen Tunggul kepada Tumenggung Duto Pangarso ,dilanjutkan arak-arakan menuju Pantai Selatan melalui jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Sutoyo, Jalan Laut dan Pantai Teluk Penyu.

Tiba di Pantai Teluk Penyu, dilakukan prosesi penyerahan jolen oleh Tumenggung Duto Pangarso kepada juru larung, Ki Atmo Suwaryo.

Setelahnya, 11 jolen dinaikkan ke kapal nelayan untuk dilarung di pulau Majethi, yang berada di sisi selatan Pulau Nusakambangan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Murniyah menyatakan Sedekah Laut menjadi warisan budaya masyarakat nelayan yang harus dilestarikan bersama, sekaligus menjadi kalender wisata di Kabupaten Cilacap dan Jawa Tengah.

“Ini merupakan bentuk nguri-uri budaya adat nelayan yang harus disengkuyung bersama sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Di sisi lain juga menjadi media promosi wisata Cilacap untuk mengungkit kunjungan wisatawan,” jelas Murniyah.

Murniyah menilai, prosesi Sedekah Laut tahun ini lebih hidmat karena seluruh pengunjung berada di luar lokasi pendopo sebagai tempat pemberangkatan jolen.   

Bupati, Tatto Suwarto Pamuji mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan nelayan dalam Sedekah Laut sebagai upaya mempertahankan patok-patok budaya lokal.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat dan nelayan  Cilacap. Ini menjadi bentuk mempertahankan patok budaya jangan sampai bergeser,” katanya. (Sandy/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00