• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pembentukan Konsorsium Riset Samudera Dideklarasikan di Jakarta

9 December
05:33 -0001
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) fasililtasi Deklarasi Pembentukan Konsorsium Riset Samudra.

Penandatanganan Deklarasi Pembentukan Konsorsium Riset Samudra berlangsung di Jakarta, Selasa (26/9/2017), disaksikan oleh Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro dan Plt Kepala LIPI, Bambang Subiyanto.

Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro mengatakan, kemitraan antar kantor/Lembaga, Perguruan Tinggi dan Industri, harmonisasi program riset samudera nasional perlu didukung oleh infrastruktur riset dan tata kelola lintas lembaga. Peran itu direalisasikan dalam sebuah Konsorsium Riset Samudera yang programnya memiliki roadmap berbasis output yang perlu dicapai dalam jangka waktu dekat (2018-2021) dan jangka panjang.

Potensi laut yang sangat besar, baik yang berupa ikan, gelombang, arus maupun mineral, minyak dan gas yang ada belum digarap serta  jangan sampai salah urus seperti kekayaan hutan, sehingga  tidak maksimal untuk kemakmuran rakyat.

Konsorsium tersebut berkat kerja sama antara 11 kementerian/lembaga dan universitas, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (ITB).

“Keberadaan konsorsium ini penting sebab Indonesia sebagai negara maritim yang besar membutuhkan peran strategis dan kontribusi iptek kelautan dalam konteks pembangunan nasional dan daya saing bangsa,” ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin.

Dikatakannya, peran Konsorsium Riset Samudera adalah untuk mendorong optimalisasi sumber daya laut bagi pembangunan nasional tersebut. Kemudian dari sisi lain, keberadaan konsorsium itu memiliki empat latar belakang penting. Pertama, riset samudera di Indonesia penting dilakukan untuk mendukung pembangunan dan daya saing riset nasional. Kedua, pelaksanaan riset samudera membutuhkan dukungan dana dan sarana, seperti kapal dan instrumentasinya, yang terstandar dan tersertifikasi. Ketiga, sarana riset kapal yang ada saat ini masih belum mampu menjawab kebutuhan riset samudera. Dan keempat, perlunya pusat data sebagai pangkalan data untuk hasil riset samudera.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah membacakan Deklarasi tentang pembentukan Konsorsium Riset Samudra dan ditutup dengan penandatangan konsorsium dari 11 Kementerian/lembaga dan universitas. (AA/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00