• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Bulog Divre Kalbar Dapat Dioptimalkan Menjadi BUMN Pangan Atasi Inflasi

13 September
18:39 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak: Regulasi di bidang ketahahan pangan, sampai aspek eksekusinya di lapangan, yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)bidang Pangansebagaimana di Derah Khusus Ibukota-DKI Jakarta merupakan langkah yang tepat.

“BUMD bidang pangan ini sangat memungkinkan diterapkan di semua propinsi, termasuk di propinsi Kalimantan Barat, karena dalam menghadapi pasar  bebas atau pasar yang liberal ini sulit sekali menghindari  adanya tindakan spekulatif, kecurangan dan penimbuhan serta gangguan-gangguan di luar kendali manusia,” tegas Pengamat Ekonomi  Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Ali nasrun,ME kepada RRI, Rabu (13/9/2017).

Menurut Ali Nasrun, langkah tersebut dapat berperan untuk mengamankan harga pasar yang berpengaruh terhadap inflasi, sehingga sebaiknya membentuk badan khusus yang menangani pangan.

“Sebenarnya secara kelembagaan itu kita kan sudah punya ada Bulog ada Dolog, tinggal itu saja yang sebenarnya difungsikan, sehingga tidak harus perlu juga membentuk institusi baru atau Badan  Usaha baru, tinggal itu saja yang diperluas dan diberi penguatan-penguatan , sehingga dia mampu melakukan hal-hal  yang sifatnya preventif, yakni tidak harus menanggulangi  kalau sudah menjadi masalah,” ungkapnya. 

Ali Nasrun mengharapkan meskipun Bulog merupakan BUMN namun sebaiknya, keberadaannya dapat diperluas dan diperkuat, sehingga dapat mengantisipasi jauh sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya kelangkaan Sembako dan melonjaknya harga yang dapat memicu inflasi.

“Apalagi Bulog juga diperlukan untuk membuat jaringan sampai ke tingkat yang paling rendah, minimal di tingkat Kabupaten, karena pangan, diantaranya beras merupakan hal yang perlu ditangani dengan segera, demikian juga hubungan antar propinsi,” harapnya.

Lebih lanjut Ali Nasrun mengharapkan juga BUMN ini hendaknya tidak hanya dibidang pangan saja, tetapi juga dapat dikembangkan ke sektor lain yang selama ini sering berkontribusi ikut mendongkrak inflasi. (Hermanta/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00