• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

700 Perusahaan Indonesia Berhasil Kembangkan Sayap di ASEAN

13 September
01:11 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Ratusan perusahaan Indonesia hingga pertengahan tahun 2017, berhasil mengembangkan sayap ke negara-negara anggota ASEAN.

Kasubdit kerja sama industri dan perdagangan, kementerian luar negeri, Nur Rohmah Hidayah, menyatakan setidaknya terdapat sekitar lebih dari 700 perusahaan asal Indonesia, mulai dari makro, kecil dan menengah melakukan invasi ke negara-negara ASEAN.

“Ada banyak UKM Indonesia yang sebenarnya mereka sudah bisa masuk ke pasar ASEAN. Saat ini ada lebih dari sekitar 700 perusahaan Indonesia yang sudah masuk ke pasar ASEAN dan beberapa diantaranya itu UMKM,”ujar Nur Rohmah Hidayah ketika ditemui usai pelaksanaan klinik bimbingan pengisian SKA ASEAN atau formulir D di kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/9/2017).

Lebih lanjut Nur Rohmah menambahkan, ratusan perusahaan itupun sebagian merupakan perusahaan mikro dan menengah, dengan jenis produk makanan hingga pakaian yang telah memiliki pangsa pasar masing-masing.

“Ada “Maicih”, ada “Batik Trusmi” ada juga “Baba Rafi”. Bahkan, “Baba Rafi” sudah punya beberap outlet di Singpura dan Malaysia. Itukan menunjukkan bahwa sebenarnya kita bisa memanfaatkan peluang yang ada di ASEAN,”jelas Nur Rohmah.

Sementara, resmi diterapkannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) sejak akhir 2015, membuka peluang bagi pengusaha kecil dan makro Indonesia khususnya, untuk melebarkan sayap bagi pemasaran produk di 9 negara anggota ASEAN.

Pemilik perusahaan yang bergerak diindustri pembuatan kaos kaki dan sepatu PARKER, Taufiq Rahman, mengatakan, tingginya minat pembeli internasional terhadap berbagai produk handmade atau buatan tangan, menjadi peluang besar bagi pengusaha UKM Indonesia.

Mengingat, Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan berbagai produk kerajinan tangan menarik.

“Jadi, kalau Indonesia mau produk-produknya dikenal di luar negeri, harus memperbaiki kualitas craftnya (kerajinan tangan). Kemudian, dengan memperbanyak model-modelnya. Jadi, kekuatan Indonesia adalah pada kreatifitas dan pada craftnya itu. Ya, material dan model-modelnya, sehingga mempunyai nilai lebih,”papar Taufiq Rahman.

Pemerintah terus mendorong pengusaha UKM Indonesia untuk memanfaatkan pasar bebas yang diatur didalam implementasi MEA.

Selain, dalam pelaksanaannya juga didukung dengan adanya fasilitas surat keterangan asal (SKA) ASEAN atau dikenal sebagai Sertificate of Origin.

Namun, sayangnya pemanfaatan SKA ASEAN oleh pengusaha Indonesia baru mencapai sekitar 50 persen dari total ekspor.

Padahal, dengan menggunakan SKA ASEAN pengusaha akan mendapatkan keuntungan seperti pengurangan bahkan penghapusan biaya bea cukai di negara yang dituju. (RM/DSy)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00