• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Diduga Korupsi APBD, Mantan Sekda Morotai Resmi Ditahan Kejati Malut

12 September
18:48 2017
3 Votes (4)

KBRN, Ternate : Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Ramli Yaman akhirnya ditahan oleh Tim pinyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) Dalam kasus  dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai tahun 2015 senilai Rp 20 miliar.

Penahanan yang dilakukan Jaksa tersebut, karena yang bersangkutan diduga menggelapkan dana pendampingan hukum Kabupaten Pulau Morotai yang diplot melalui ABPD Morotai tahun 2014-2015 sebesar Rp 20 miliar.

Sebelum ditahan, Ramli Yaman didampingi Kuasa Hukumnya, Risno Nasir menjalani pemeriksaan kurang lebih tujuh jam di ruang Aspidsus, dari pukul 11.00 hingga pukul 17.47 WIT, Selasa (12/9/2017).

Aspidsus Kejati Malut, Handoko Setiyawan kepada RRI menjelaskan, penahanan mantan Sekda Morotai ini, terkait dengan perkara dugaan korupsi anggaran pendampingan hukum di lingkup Kabupaten Pulau Morotai sejak tahun 2015.

Lanjut Aspidsus, atas perkara tersebut maka berdasarkan dua alat bukti yang cukup, penyidik langsung menetapkan Ramli Yaman sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan di Rutan kelas II B Jambula Ternate.

"Iya, untuk sementara hasilnya seperti itu. Besar kemungkinan ada tersangka lain selain Ramli. Namun semuanya dilalui dengan penyidikan," ujar Handoko.

Dihubungi terpisah, penasihat hukum tersangka, Risno Nasir menuturkan, penetapan tersangkan sekaligus penahan terhadap klienya ini adalah murni tugas penyidikan penyidik Kejati. Meski demikian, ia mengaku optimis dalam kasus tersebut bukan hanya klienya yang terlibat, namun masih ada oknum lain selain klienya. Sebab berdasarkan pengakuan klienya, dalam kasus tersebut dia tidak pernah menerima uang atau dana tersebut sepeserpun.

"Klien saya mengaku tidak mencicipi uang sepeser pun dalam kasus ini," tegasnya.

Selain tidak menerima anggaran tersebut, lanjut Risno, dirinya berharap agar penyidik optimis menuntaskan kasus ini hingga  ke akar-akarnya.

"Saya berharap agar penyidik optimis guna mencari tahu aktor dari penggelapan dana sosialisasi hukum di lingkup Pemkab Morotai," harap Risno.

Atas perkara tersebut, tersangka Ramli Yaman dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara selama kurang lebih 5 tahun kurungan penjara. (Irwan/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00