• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Polda Jatim Siagakan 700 Personel Amankan Suro di Madiun

12 September
17:44 2017
1 Votes (5)

KBRN, Madiun : Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) memberikan atensi penuh terhadap peringatan suro atau 1 muharram 1439 Hijriyah di Madiun. Pada pelaksanaan nyekar atau ziarah makam yang dilakukan oleh PSH Terate dan PSH Winongo Tunas Muda, Polda Jatim menyiagakan sekitar 700 personel.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Herry Sitompul usai memberikan pengarahan pelaksanaan aman suro 2017, kepada pamter PSH terate dan korlap PSH Winongo Tunas Muda di Wisma Haji Madiun, Selasa (12/9/2017).

Kombes Pol. Herry menyatakan, selain dari Polda Jatim, polres jajaran di korwil V Jatim dan 4 polres di wilayah Polda Jawa Tengah diantaranya Polres Wonogiri dan Karanganyar, juga dilibatkan demi terwujudnya kegiatan suro di Madiun.

Pola pengamanan yang dilakukan jajaran kepolisian, nantinya dengan sistem penyekatan, untuk mengantisipasi jika ada massa yang masuk ke Madiun diluar ketentuan.

“Tentu kita lakukan penyekatan, karena memang ada beberapa kegiatan yang kita atur jadwal waktunya sehingga kalau diluar dari jadwal kita berlakukan penyekatan. Ini maksudnya demi ketertiban pelaksanaan suro di Madiun,” ujar Kombes Pol. Herry, Selasa (12/9/2017).

Kombes Pol. Herry menjelaskan, kepolisian tidak membatasi peserta dari daerah lain di luar Madiun yang ikut nyekar. Hanya saja, kepolisian sudah memberlakukan zona pembagian waktu agar jumlah massa yang masuk ke Madiun tidak membludak. Disisi lain, upaya tersebut bertujuan mengantisipasi gesekan.

Untuk menciptakan situasi kondusif selama pelaksanaan suro, jajaran kepolisian, TNI, pemerintah daerah dan paguyuban perguruan pencak silat di Madiun menyepakati delapan item. Delapan item tersebut diantaranya, PSH Terate dan PSH Winongo Tunas Muda mematuhi zona pembagian waktu yang telah disepakati.

Peserta yang melakukan kegiatan nyekar wajib menggunakan kendaraan roda empat bak tertutup, peserta diperbolehkan menggunakan baju sakral, kebesaran dan atribut kebesaran pencak silat. Peserta tidak diperbolehkan membawa tongkat, kayu, senjata tajam, batu, miras, serta diimbau menjaga ucapan lesan, gerakan yang dapat memprovokasi dan mampu mengendalikan diri dari tindakan yang melanggar.

Apabila terjadi tidakan melawan hukum berupa  pengerusakan, pengeroyokan dan bentrokan antar perguruan pencak silat dan tindak pidana lainnya akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum. Peserta berangkat dari titik kumpul yang sudah ditentukan, dan kembali bersama rombongan besar dikawal anggota TNI/Polri dan pamter.

Pamter atau korlap bertanggungjawab terhadap rombongan dan berani menertibkan rombongan yang melanggar kesepakatan damai. Peserta wajib mematuhi peraturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan lainnya. (EW/DS)

  • Tentang Penulis

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

  • Tentang Editor

    Dedi Sudiana

    Redaktur Puspem
    nafarel8@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00