• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pagelaran Wayang Modern untuk Menjaring Minat Generasi Muda

19 August
11:50 2017
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke 72, Pemerintah Kabupaten Batang menyelenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mengundang dalang Ki Warseno Slank yang mengangkat lakon “Wahyu Cakraningrat”. Berlangsung di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Jum’at (18/8/2017) malam.

Turut hadir dalam pagelaran wayang kulit tersebut Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Batang Suyono, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, Sekda Nasikhin, Ketua Pengadilan Negeri Indirawati, Kepala Kejaksaan Negeri Edi Ermawan dan Forkopimda.

Sadam (72) seorang kakek dari Kecamatan Subah mengatakan, lebih menyukai pagelaran  wayang dengan pakem karena ada nilai-nilai kebenaran yang akan selalu menang melawan kebatilan, kepahlawanan dan filosofi kehidupan yang dapat diambil dari tokoh pewayangan.

“Saya datang naik bus bersama teman - teman demi menyaksikan langsung pagelaran wayang kesukaan kami, tokoh yang saya sukai adalah Bima karena memiliki sifat gagah berani, kuat, tabah, patuh dan jujur serta menganggap semua orang sama derajatnya,” kata Mbah Sadam sapaan akrab beliau yang sejak berusia 6 tahun sudah terbiasa menonton wayang hingga selesai.

Menurutnya, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari para tokoh pewayangan  seperti Yudhistira yang memiliki kesabaran, Gatot Kaca yang rela berkorban, Arjuna yang lemah lembut, Bishma yang menjadi ksatria sejati, Prabu Kresna yang bijaksana dan  Sri Rama dengan sifat cinta kasihnya.

Mbah Sadam mengharapkan dengan adanya pagelaran wayang kulit, anak muda jaman sekarang bisa meniru sifat baik dari para tokoh pewayangan sehingga dapat menjadi manusia yang rela berkorban demi membangun daerah dan bangsanya.

Sementara itu, M. Rosyid (20) seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam yang ditemui saat menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut mengatakan, baginya wayang adalah sebuah budaya dari leluhur yang banyak fatwa dan nasihat yang jarang didapat oleh generasi muda jaman sekarang.

“Saya lebih suka wayang yang disisipi lelucon tetapi tidak meninggalkan pakem yang ada, sehingga bagi anak muda tidak merasa bosan saat menonton wayang,” ucapnya.

Dalam acara pagelaran wayang kulit tersebut, dalang Ki Warseno Slank memberikan kenangan-kenangan kepada Bupati Batang Wihaji berupa tokoh wayang Abimanyu dan Anoman kepada Wakil Bupati Batang Suyono.

“Pemberian kedua tokoh wayang itu dianggap sangat cocok dengan karakter beliau karena sesuai sebagai tokoh baru dalam membangun Kabupaten Batang yang maju, sukses dan contoh bagi seluruh Indonesia,” tandas Ki Warseno. (Heri/DNA/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00