• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2017

Dua dari Tiga JCH Riau Meninggal di Arab Saudi Karena Penyakit Jantung

13 August
08:26 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Dua dari tiga Jemaah Calon Haji (JCH) asal Provinsi Riau meninggal dunia di Arab Saudi, karena penyakit jantung, yakni Risda Yarni Binti Muhammad Rasyid berusia 48 tahun asal Kabupaten Siak yang masuk dalam Kloter 6 Batam, wafat di kamar Hotel Mercure Madinah pada hari Jumat tanggal 11 Agustus 2017 lalu pada pukul 22.39 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Sabtu tanggal 12 Agustus 2017 Waktu Indonesia Barat (WIB), dan jemaah asal Kabupaten Indagiri Hilir bernama Ilyas Bin Muhammad Jasa berusia 63 tahun, yang meninggal pada 12 Agustus 2017 pukul 23.15 WAS meninggal di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, disebabkan penyakit Odem Paru, Sesak Napas dan riwayat penyakit Jantung. Almarhum merupakan pensiunan guru dan tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Batam.

Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Asril menjelaskan, almarhumah Risda Yarni dan Ilyas meninggal dunia akibat sakit gagal jantung.

"Kabar duka itu langsung kami sampaikan kepada keluarga di tanah air dan kementerian agama turut berduka cita. Kami menyampaikan turut berduka cita dan berbelangsungkawa yang sedalam-dalamnya," katanya, Minggu (13/8/2017).

Asril menjelaskan, sampai saat ini sudah tiga JCH asal Riau meninggal dunia. Sebelumnya adalah almarhum Samidi Citro Bin Martodikromo berusia 70 tahun, asal Kabupaten Siak yang meninggal pada hari Senin tanggal 7 Agustus 2017 pada pukul 08.00 WAS.

"Kami terus mengingatkan semua JCH agar tetap dalam kondisi fisik yang sehat untuk menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci," ujarnya.

Imbauan terhadap JCH terus didengungkan agar tetap bisa menjaga kesehatan dengan baik dengan banyak minum air putih selama melaksanakan ibadah haji, apalagi kondisi cuaca di tanah suci berbeda dengan di tanah air.

Dikatakan juga bahwa ahli waris JCH yang meninggal akan dibantu Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) untuk mencairkan dana asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji sesuai yang dikeluarkan.

"Dana asuransi yang diberikan sesuai dengan BPIH yang disetor, misalnya Rp 32 juta, diberikan Rp 32 juta," kata dia. (TS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00