• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Forkami: Pelayaran Rakyat Harus Ubah Model Bisnisnya

12 August
23:00 2017
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Pelayaran rakyat merupakan bisnis yang mengalami ke emasan di era 90-an, yang ditandai bermunculannya pelabuhan-pelabuhan kecil di seluruh antero tanah air. Namun, seiring kemajuan zaman, bisnis ini kini terlindas, bahkan saat ini bisa di bilang jatuh ke titik nadir dan menjadi keprihatinan kita bersama.

Melihat gejolak yang cukup signifikan atas turunnya prospek bisnis pelayaran rakyat ini, Ketua Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami), James Talakua menilai penanganannya tidak cukup hanya dari sisi proteksi saja. 

Ia menyebut ada beberapa sebab pokok turunnya bisnis pelayaran rakyat, antara lain adanya desentralisasi daerah yang telah menumbuhkan beberapa produk yang tadinya hanya diproduksi di kota-kota besar seperti. Kemudian, berkembang pesatnya pasar modern dan minimarket modern yang pola distribusinya tidak lagi menggunakan pelayaran rakyat, tetapi lebih ke kapal kapal cepat dan berkapasitas besar 

Selain itu, adanya kemajuan era digitalisasi yang menyebabkan banyaknya arus barang bergerak dalam bentuk paket melalui pesawat.

"Ketiga penyebab di atas adalah konsekuensi dari era modernisasi sebuah negara. Bahkan kalau boleh dibilang, zaman yang kalau di agama Islam bisa dikategorikan Sunatulloh, artinya tidak ada satu manusia pun yg bisa menghentikan," ujar James Talakua, Sabtu (12/8/2017).

Untuk mengantisipasi hal ini, ia berpendapat perlunya penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek untuk mencegah agar pebisnis pelayaran rakyat tidak serta merta kolaps, maka perlu dukungan stakeholders berupa kebijakan proteksi.

"Contohnya dengan bapak angkat atau regulasi, misalkan bahwa pemilik pasar modern dan minimarket modern dalam pendistribusian barangnya diatur harus lewat pelayaran rakyat. Tentu ini sementara sembari menata ulang bisnis model pelayaran rakyat karena proteksi semacam itu tidak akan tangguh dan juga sangat menghambat modernisasi negara," papar James.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, di antaranya dengan mengubah bisnis model yakni mengganti fungsi kapal menjadi kapal wisata atau wisata bahari. Selanjutnya mennciptakan sebuah model bisnis angkutan pelayaran rakyat yang terintegrasi dengan digital informasi sebagai basis. 

Ketua Forkami, James Talakua mengakui bahwa ini tidak mudah dan harus dilakukan bersama-sama, karena model transportasi terintegrasi ini memerlukan kemauan bersama semua stakeholders, terutama regulator yg harus banyak membantu aksesnya.

"Namun setidaknya bila bisnis model tersebut bisa diaktualisasikan, maka bukan saja bisa menolong pelayaran rakyat tetapi juga bisa memangkas biaya logistik akibat ketepatan dan keakuratan info pergerakan barang dan kapal, sehingga bisa berkontribusi bagi negara untuk meningkatkan daya saing," pungkasnya. (Rell/HF/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00