• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Inilah Tempat Eksekusi Mati di Jeddah, Arab Saudi

12 August
12:28 2017
1 Votes (4)

KBRN, Mekkah : Mayoritas umat  Muslim tentu pernah mendengar sekaligus memahami istilah qishas. Prinsip hukum yang mensyaratkan pembalasan setara. Contohnya, dalam kasus pembunuhan, jika seseorang membunuh korbannya hingga mati, maka si pelaku harus dihukum mati pula. Hukuman mati juga diterapkan bagi bandar narkoba.

Qishas diterapkan oleh negara-negara yang memberlakukan syariat Islam, salah satunya adalah Arab Saudi. Di Arab Saudi bahkan ada satu tempat khusus yang memang disediakan untuk pelaksanaan qishas atau eksekusi mati dengan cara memenggal kepala.

Adalah Masjid Jafali atau yang biasa dikenal masjid qishas. Masjid yang terletak di Balad Jeddah ini berhadapan langsung dengan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Lokasinya tepat di antara Jalan Bagdadiyah, Jalan Syeikh Al Juffali dan Jalan Madinah.

Pada Jumat, 11 Agustus 2017, Tim Media Center Haji (MH) berkesempatan melaksanakan sholat Jumat di masjid ini. Meski digunakan sebagai tempat qishas, tempat ini sama sekali tak terkesan menyeramkan.

Tak jauh berbeda dengan masjid kebanyakan, pelataran parkir masjid ini bahkan kerap digunakan anak-anak sebagai arena bermain.

Meski secara umum tak menyeramkan, ada satu sudut masjid yang menjadi lokasi eksekusi mati atau hukuman pancung. Posisinya persis di samping masjid. Luasnya  25 meter per segi dan berlantai keramik.

Eksekusi mati di tempat tersebut biasanya dilakukan secara terbuka setelah shalat Jumat. Namun, pada Jumat ini tidak ada pelaksanaan hukum pancung. Karena bila ada kegiatan eksekusi, areal masjid tidak bisa digunakan sebagai tempat parkir mobil.

Bila ada eksekusi, warga sekitar bisa menyaksikan langsung seorang terpidana dipenggal hingga mati dengan leher terpisah dari tubuh.

"Arealnya yang dipagari itu, warga bisa lihat dari luar pagar. Eksekusi memang disyaratkan dilihat, ini sebagai pesan untuk memberikan efek jera," kata Syamsul, mukimin yang sudah berada di Mekkah sejak 15 tahun lalu.

Saat hukuman dilaksanakan, selain algojo yang telah memiliki keahlian untuk memenggal, hakim, polisi dan petugas pemadam kebakaran juga menyaksikan eksekusi. Ambulans disiagakan selama proses eksekusi. 
"Setelah kepala terpenggal, lantai di sana akan langsung disiram dan dibersihkan oleh petugas pemadam kebakaran. Jadi langsung bersih lagi, kayak tidak ada apa-apa," katanya.

Setelah itu, jenazah akan dibawa ke rumah sakit untuk disambung kembali bagian kepalanya yang terpisah. Setelah itu, jenazah akan dimandikan dan dishalatkan, lalu dikuburkan.
"Jenazah langsung dibersihkan dan dishalatkan di Masjid Qishas, sebelum akhirnya dimakamkan," katanya. (ar/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00