• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ketua MPR: Impor Garam Solusi Jangka Pendek, Tapi Perlu

12 August
07:40 2017
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Kebijakan impor garam diyakini akan mampu menutup kebutuhan garam konsumsi pada sektor industri.

Selain berdampak pada industri berskala besar kelangkaan garam cukup berpengaruh terhadap produksi sektor industri kecil menengah khususnya untuk pengasinan ikan dan restoran-restoran kecil.

Ketua MPR, Zulkifli Hasan di Mataram menegaskan, impor garam ini diyakini akan mampu mengatasi persoalan kekurangan garam.

Meski demikian, impor ini harus dilakukan dengan selektif sehingga tidak merugikan para petani garam.

“Yang, daripada enggak ada garamny? impor itu perlu. Tapi ini saya kira sementara, oleh karena itu fokus untuk memproduksi, masak kita kalau enggak impor enggak makan garam,” tandanya, Sabtu (12/8/2017).

 Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemanfaatan tekhnologi dinilai menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan garam.

Untuk itulah, penggunaan teknologi dinalai dapat meningkatkan nilai tambah, khususnya dalam hal kesejahteraan ekonomi.

“Kitakan negara kepulauan yang memiliki laut dan pantai yang sangat luas sehingga tekhnologi menjadi solusi tepat dalam mengatasi persoalan ini,” imbuhnya.

Pemerintah memutuskan untuk menugaskan PT Garam untuk mengimpor 75 ribu ton garam konsumsi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan garam sekaligus menstabilkan harga Garam. (HS/HF) 

  • Tentang Penulis

    Hayatun Sofian

    <p>Reporter RRI Mataram</p><p>Facebook : </p><h5 class="_5pbw _5vra" data-ft="{"tn":"C"}" id="js_359"><span class="fwn fcg"><span class="fcg"><span class="fwb"><a class="profileLink" data-ft="{"tn":"l"}" data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1788084949" data-hovercard-prefer-more-content-show="1" href="https://www.facebook.com/sofian.j.usman" id="js_4ot">Hayatun Sofian</a></span></span></span></h5><p></p>

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00