• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Kendaraan Dinas Lantamal IV Wajib Pakai Stiker

7 August
17:55 2017
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungpinang : Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun 2017 sudah di depan mata, geliat suasana HUT Kemerdekaan RI mulai terasa di seluruh pelosok Indonesia. Demikian juga halnya dengan suasana Jajaran Lantamal IV Tanjungpinang, telah dilaksanakan pemasangan Bendera Merah Putih dan Stiker “72 Tahun Indonesia Kerja Bersama” di Seluruh Kendaraan Dinas berlangsung dalam apel khusus Dendaraan Dinas berlangsung di Lapangan Apel Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Senin (7/8 2017).

Komandan Lantamal IV Laksma TNI R Eko Suyatno  telah mengintruksikan keseluruh Kantor/Ksatriaan,Perumahan jajaran Lanal,Posal hingga Posmat (Pos Pengamat) yang berada dipelosok perbatasan untuk melaksanakan pemasangan Bendera Merah Putih ,Umbul-umbul dan pemasangan stiker diseluruh kendaraan Dinas selama satu bulan penuh.

Hal ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat dan Menindak lanjuti instruksi dari Mabes TNI/TNI AL untuk melaksanakan pemasangan bendera, umbul-umbul di seluruh komplek perumahan TNI,kantor TNI/Ksatriaan dan kendaraan Dinas dalam rangka memperingati “72 Tahun Kemerdekaan Indonesia Kerja Bersama”,

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Komandan Denma Lantamal IV Letkol Laut (P) Rahmat Arif memimpin langsung pelaksanaan pemasangan bendera dan stiker “72 Tahun Indonesia Merdeka Kerja Bersama” di Kendaraan Dinas Lantamal IV.
Di samping itu, saat ini seluruh Kompleks perumahan Kantor/Ksatriaan Lanal,Posal dan Posmat telah melaksanakan pemasangan bendera dan hal ini untuk menyemarakkan 72 tahun Kemerdekaan Indonesia hingga kepelosok perbatasan Indonesia dan untuk memberikan contoh dan menggugah nilai-nilai nasionalisme dan refleksi dari “72 Tahun Kemerdekaan Indonesia Kerja Bersama”.

Untuk tema dan logo “72 tahun Kemerdekaan Indonesia”, filosofinya, berasal dari kata Kerja Bersama, dan gotong royong. Kerja sama, disebutkan sebagai prinsip dasar masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa.

"Gotong royong merupakan manifestasi konkrit dari semangat kebersamaan antar-masyarakat dalam bahu-membahu dan tolong menolong," jelas orang nomor satu di Lantamal IV ini.

Muara dari tema Indonesia kerja bersama merupakan representasi dari semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Standar ukuran dari logo yang dipasang di seluruh kendaraan yang dikeluarkan Sekretaris Negara, menegaskan struktur logo dan hogogram tidak bisa berdiri sendiri. Jadi harus dipakai dalam kesatuan yang utuh. Selain itu, untuk menjaga keterbacaan, logo tidak boleh digunakan dalam ukuran yang lebih kecil sehingga dapat terbaca.

Ketentuan lain dalam penggunaan logo, tidak boleh didistorsi, diputar, maupun dibalik. Logo juga tidak boleh diganti warna.

"Logo tidak boleh diubah atau dipotong sebagian. Logo juga tidak boleh digunakan dengan efek gambar yang tidak relevan," imbuhnya mengacu pada standar yang dipersyaratkan oleh Setneg.

Aturan Setneg juga menegaskan kalau logo tidak diperbolehkan diletakkan di atas pada foto berwarna. Logo tidak diperbolehkan diisi oleh foto hitam putih maupun berwarna.

"Logo tidak diperbolehkan diletakkan di atas warna latar yang serupa dengan warna logo," tandas Laksma Eko Suyanto. (Rell/RB/HF)

  • Tentang Penulis

    RISFAN BADRIAN

    Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00