• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Memberi Rasa Aman, Pesantren Jadi Pilihan Menyekolahkan Anak

17 July
17:33 2017
2 Votes (3.5)

KBRN, Tasikmalaya : Di tengah persaingan dengan sekolah formal di Tasikmalaya, Pondok pesantren tetap mendapat perhatian masyarakat. Perubahan paradigma dengan cara mendidik pesantren yang mampu memberi kemananan dengan sistem mondok, memberi kepercayaan kepada masyarakat.

Seperti halnya, di Pesantren Al Idrisiyyah Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. 600 kursi, kuota siswa baru untuk tingkat SMP dan SMA di pesantren ini terisi penuh.

Kepala Divisi Pendidikan Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah, Adang Nurdin mengatakan, tahun ini jumlah peserta didik di pesantrennya meningkat lebih dari 50 persen.

"Naik 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Peminatnya bukan hanya dari Tasikmalaya, tetapi dari luar jawa," kata Adang kepada Radio Republik Indonesia RRI, Senin (17/7/2017).

Bertambahnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak dipesantren saat ini lanjut Adang adalah kepercayaan. Orang tua merasa aman ketika anaknya lebih banyak melakukan kegiatan belajar di pesantren.

"Selain ilmu agama, ditengah perkembangan zaman saat ini, cara belajar dengan sistem mondok, menjadi alasan orang tua menyekolahkan anak di pesantren. Waktu anak lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan positif," jelas Adang.

Sementara terkait mahalnya biaya pendidikan yang juga banyak dikeluhkan masyarakat, Adang menyatakan bahwa pesantren juga memberi kemudahan biaya pendidikan. Bahkan, jika memang benar tidak mampu, pesantren membebaskan biaya pendidikan.

"Biaya pendidikan relatif, tetapi kami memiliki program bebas biaya pendidikan bagi yang tidak mampu. Tahun sebelumnya 20 persen siswa kami bebaskan biayanya," ungkapnya.

Sedangkan Alus Budianto salah seorang orang tua siswa asal Jakarta mengatakan, Ia sengaja menyekolahkan anaknya di pesantren. Alus mengaku, dengan menyekolahkan di pesantren, anaknya jauh lebih aman.

"Di sini mondok, waktu bermain anak jadi lebih sedikit, anak juga lebih diperhatikan. Terlebih anak menjadi memiliki ilmu agama yang kuat," pungkasnya. (NNP/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00