• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Mendikbud: Full Day School Tidak Seseram yang Dibayangkan

17 July
13:50 2017
0 Votes (0)

KBRN, Palangakaraya: Penerapan Full Day School (Fds) bukan lagi sebatas wacana, namun sudah pasti diterapkan terhadap sebagian sekolah yang ada di Kota Palangkaraya dan daerah lainnya di Indonesia. timbal balik dari penerapan Fds, sekolah meliburkan peserta didik Sabtu dan Minggu.

Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendi di sela kunjungan kerja sehari di Kota Palangkaraya mengatakan, penerapan sekolah sehari penuh bukan seperti yang dibayangkan masyarakat, tetapi Fds adalah program belajar yang mengasyikkan bagi peserta didik, terbukti sekolah yang sudah menerapkan Fds tidak ada masalah, justru tambah kreatif dan karakter anak anak semakin meningkat.

“Saya ingin meluruskan pemahaman di tengah masyarakat, bahwa dalam prakteknya di lapangan full day school tidak seseram yang dibayangkan, tetapi dari total 8 jam proses belajar mengajar di sekolah, tidak semuanya dilahap di ruang kelas, tetapi sekolah memberi kesempatan seluas luasnya, kepada peserta didik, untuk menggali kemampuan lewat kegiatan di luar sekolah atau Ekskul, dan ini tetap dalam pendampingan guru,” kata Muhadjir kepada RRI, Senin (17/7/2017).

Ia menambahkan,  Full Day School tidak seluruh sekolah yang menerapkan, akan tetapi diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia, adapun sekolah yang terpilih menerapkannya, adalah sekolah yang memiliki sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler lengkap, seperti lapangan olah raga, ruang kesenian, perpusatkaan,  laboratorium, dan sarana ibadah.

Mendikbud menyebut manfaat diterapkannya fds di sekolah sangat banyak, salah satunya memberikan ruang gerak bagi orang tua peserta didik, lebih dekat dengan anak, terutama di saat libur sekolah Sabtu dan Minggu.

“Apabila Fds berjalan sesuai mekanisme di lapangana, akan ada banyak waktu bagi peserta didik untuk  berkumpul bersama keluarga, melakukan refresing, dan pembinaan yang bersifat positif, selain itu, sekolah dapat lebih maksimal dalam mendampingi para siswanya, baik ketika di dalam kelas maupun di luar kelas, sehingga managemen sekolah dapat berjalan dengan baik, disamping masyarakat diberi ruang untuk mengawasi proses belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya. (Eds/AKS)

  • Tentang Penulis

    Edy Suroso

    Reporter RRI Palangkaraya : hari hari saya, saya habiskan untuk kegiatan keagamaan, mencari berita dan dunia pendidikan non formal.

  • Tentang Editor

    Agus K Supono

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00