• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

Wapres JK Dorong PTS Tingkatkan Kualitas

17 July
12:21 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bali : Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Badan Penyelenggara (PB) Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (PTSI) di Bali.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengingatkan pendidikan merupakan pondasi kemajuan ilmu pengetahuan yang berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi, terlebih lagi Perguruan Tinggi Swasta memiliki jumlah mahasiswanya 4 juta lebih yang lebih banyak, jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri hanya 1,9 juta mahasiswa.

Untuk itu, Wapres Jusuf Kalla mendorong Perguruan Tinggi Swasta Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna bersaing di era kompetisi global. Dimana seluruh universitas di dunia juga terus berupaya menarik minat kepada mahasiswa Indonesia dengan meningkatkan kualitas perguruan tingginya.

Jusuf Kalla mengungkapkan, Pemerintah sangat mendorong Perguruan Tinggi Swasta yang banyak tersebar di Indonesia agar mencerdaskan seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita punya 6,5 juta mahasiswa, 4 juta lebih di bawah PTS, negeri 1,9 juta, perlu pengembangan, harus da keberlanjutan yang baik, pengelolaan perguruan profit, anggaran yayasan untuk diperbaiki, Perguruan Tinggi sudah industri, di luar negeri bagaimana orang Indonesia belajar ke luar negeri, ada 2 yayasan yang.ditopang oleh bisnis, ada juga pts yang menopang," ungkap Wapres Jusuf Kalla saat membuka Munas PB PSTI di Bali, pada Senin (17/7/2017).

Jusuf Kalla menambahkan, orientasi Perguruan Tinggi saat ini mengacu pada kebutuhan dunia industri di berbagai bidang, maka lebih banyak pendidikan politeknik, diploma, dan ahli madya lainnya. Dimana Perguruan Tinggi Swasta juga memerlukan dukungan dari pelaku usaha dan dunia usaha untuk mendukung keberlanjutan pendidikan.

Turut hadir dalam Munas PB PTSI diantaranya Menristekdikti M. Nasir, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, dan seluruh Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. (QQ/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00