• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Taman Bunga Amarilis, Destinasi Wisata Alternatif Gunungkidul

15 July
20:23 2017
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Taman bunga Amarilis yang berada di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai berbunga. Taman bunga yang sempat menjadi viral di media sosial pada tahun 2015 ini diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Gunungkidul. 

Bupati Gunungkidul Badingah memberikan apresiasi atas pelestarian bunga Amarilis yang saat ini bunga tersebut dilestarikan secara swadaya masyarakat dan siap menjadi destinasi wisata alternatif. 

Badingah juga berharap setiap keluarga di Kecamatan Patuk untuk menanam bunga tersebut dan bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung seperti tahu 2015 silam. Bunga yang memiliki nama lain Puspat Patuk  tersebut kini juga telah dikembangkan bekerjasama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta. 

“Kita bersyukyr karena bunga Amarilis ini terus dilestarikan, dulu kita satu kali berhasil memanen bunga ini. Dan saat ini bunga Amarilis ini kembali mekar. Harapan saya disamping bisa menarik wisatawan ke Gunungkidul, semua warga Patuk ini bisa mengembangkan tanamam ini. Apalagi Patuk sebagai pintu gerbangnya masuk Gunungkidul,” kata Bupati Badingah, Sabtu (15/7/2017). 

Sementara pengelola Taman Amarilis Sukadi menerangkan, sedikitnya ada 500 ribu umbi yang ditanam di perkarangan miliknya dengan luas 2.350 meter persegi. Menurutnya mekarnya bunga Amarilis tahun ini belum seluruhnya. Ia memprediksi bunga akan mekar seluruhnya pada November mendatang. 

“Kalau kondisi saat ini memnag belum waktunya mekar. Jika cuacanya normal nanti Amarilis ini akan mekar seluruhnya pada bulan November seperti pada tahun 2015 lalu,” terang Sukadi. 

Bagi yang ingin melihat keindahan Taman Bunga Amarilis, wisatawan dapat berkujung di Kabupaten Gunungkidul melalui jalur utama Yogyakarta menuju Wonosari. (WW/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00