• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Korban Gantung Diri ini, Ternyata Ibu dari Otak Pelaku Kasus Perampokan Berujung Pembunuhan di Bukittinggi

14 July
20:03 2017
2 Votes (5)

KBRN, Bukittinggi: Nasib naas yang dialami korban meninggal dunia dengan cara gantung diri yang diketahui bernama Irda Gemtini (52), pada Kamis (13/4/2017) kemarin, di pintu kamar mandi dengan kain gorden, yang terpasang pada balok kayu, loteng kamar mandi rumah kontrakannya, di RT 4/RW 2, Panorama, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi, ternyata meninggalkan sebuah kisah yang menjadi perbincangan banyak kalangan.

Bagaimana tidak, korban bunuh diri itu diketahui merupakan Ibu dari otak pelaku kasus perampokan berujung pembunuhan bernama Roza (32), yang bersama dua rekannya Ryan (36), dan Arif (20), tega menghabisi nyawa anak korban perampokan anak dari Rosna Juwita (68) bernama Fadli (26), yang terjadi pada Kamis 20 April 2017 lalu di samping rumahnya, kawasan RT 2 RW 3 Kelurahan Pintu Kabun, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi.

Informasi yang dihimpun dilapangan, sebelum meninggal dunia  Irda Gemtini sempat memberikan pesan di karton dinding rumahnya bertuliskan ‘Roza jujur saja kepada polisi, kamu mengaku saja, pelaku sebenarnya adalah Rian’.

Kepala Bagian Operasional Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai disela jumpa pers mengungkap tiga tersangka kasus perampokan berujung pembunuhan, Jum’at (14/7/2017), mengatakan, Irda Gemtini memang ibu kandung tersangka yang memberikan informasi kepada polisi pada Sabtu 8 Juli 2017 lalu. 

”Ibunda Roza yang memberikan informasi awal kepada polisi, yang menyatakan bahwa anaknya Roza menjadi bagian dari kasus ini, hingga akhirnya Tim Operasional Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi berhasil meringkus Roza, bersama kedua tersangka lainnya Ryan dan Arif,” terangnya.

Menurut Albert Zai, informasi yang diberikan Irda Gemtini ini, menjadi cikal bakal lancarnya pengungkapan kasus perampokan berujung pembunuhan yang sudah berlalu 2,5 bulan ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kamis (13/7/2017) kemarin, meninggal dengan cara yang tidak wajar menjadi jalan Irda Gemtini (52), mengakhiri hidupnya, setelah ditemukan anak nya gantung diri di kamar mandi rumah kontrakannya.

Warga yang diketahui asal Talu, Kabupaten Pasaman Barat itu, tinggal di sebuah rumah kontrakan, beralamat lengkap RT 4/RW 2, Panorama, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, ditemukan tergantung dengan menggunakan kain, sekira pukul 02.20 WIB dini hari.

Peristiwa bunuh diri ini, diketahui oleh salang seorang anak korban bernama Rahmat (10), yang sebelumnya curiga, karena orang tua perempuannya tidak keluar, setelah bertahan lama di dalam kamar mandi. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi menyatakan korban Irda Gemtini, diduga bunuh diri setelah menanggung beban berat, setelah mengetahui bahwa anaknya Reza termasuk dalam komplotan perampok yang menyebabkan meninggalnya Fadli di Pintu Kabun.

Ketua RT 4 Taufik Hidayat mengatakan, dalam keseharian Irda Gemtini adalah pedagang sayur dan buah-buahan. Dia merupakan warga asli Talu, Pasaman Barat yang sudah mengontrak di kawasan Panorama lebih dari 20 tahun.

Sementara itu Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Bukittinggi Bripka Arlen Anderson mengatakan, dari hasil visum luar yang dilakukan di Rumah Sakit Ahmad Muchtar,  Ibu ini meninggal murni karena gantung diri, karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Terkait motif korban nekat bunuh diri ibu ini sambung Arlen Anderson, diduga karena dipresi akibat banyak masalah yang menimpa keluarganya. Apalagi ada anggota keluarganya yang saat ini sedang diamankan pihak kepolisian, karena diduga terlibat salah satu kasus besar di Bukittinggi,” jelasnya. (YPA/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00