• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Gubernur Pastika Dukung Penggunaan Bahasa Negara di Seluruh Sektor

12 July
15:44 2017
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Melihat kedudukan bahasa Indonesia yang sangat penting, maka diperlukan komitmen bersama untuk penggunaannya, baik dalam dunia pendidikan, forum resmi/formal, rapat-rapat, seminar media massa baik cetak maupun elektronik. Dengan kata lain, setiap melakukan komunikasi di depan publik diutamakan menggunakan Bahasa Negara, yakni Bahasa Indonesia.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik yang digelar di halaman Timur Monumen Bajra Sandhi, Rabu (12/7/2017).

Gubernur Pastika mengatakan, keberadaan bahasa jika dilihat dari segi fungsinya, yaitu bahasa sebagai alat ekspresi diri, bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial, dan bahasa sebagai alat kontrol sosial, maka keberadaan bahasa Indonesia perlu dilakukan permasalan dan pembudayaan penggunaannya.

Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik pun mendapat apresiasi dari Gubernur Pastika, yang dinilai sangat penting dan strategis yang dapat lebih meningkatkan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.   

Ditambahkan Dewa Putu Beratha, tidak hanya penggunaan Bahasa Indonesia, di Bali penggunaan bahasa daerah pun sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah dalam bentuk Peraturan Daerah guna membina dan melestarikan bahasa daerah. Kegiatan-kegiatan pelestarian bahasa daerah pun sudah banyak dilaksanakan, di antaranya pelaksanaan event Pesta Kesenian Bali, Bali Mandara Mahalango, dan Bali Mandara Nawa Natya.

"Khusus pada pelaksanaan Nawa Natya juga turut digelar event Bulan Bahasa yang khusus mendukung pembinaan bahasa, baik Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Bali, dalam bentuk pementasan teater atau pembacaan puisi oleh sekaa-sekaa di Bali. Tak hanya itu, saat ini sekitar 700 orang penyuluh bahasa Bali sudah direkrut Pemprov Bali untuk membina penggunaan bahasa Bali dan mengajarkan cara menulis sastra Bali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Budaya, Prof Dr Dadang Sunendar menyampaikan, tidak banyak negara yang menggunakan bahasanya sendiri, hampir 90 persen menggunakan bahasa negara lain. Namun, lain halnya dengan Indonesia yang memiliki bahasa kebangsaan sendiri. Untuk itu, seluruh masyarakat patut berbangga dan melestarikannya yang ditunjukan dengan menggunakan bahasa Indonesia setiap saat di ruang publik. 

Menurutnya, penggunaan Bahasa Indonesia perlu diaplikasikan pada papan lembaga pemerintah maupun swasta, papan petunjuk dan lain sebagainya, yang patut dan wajib menggunakan Bahasa Indonesia. Terlebih di Bali yang menjadi daerah tujuan wisata berbagai negara, untuk memperkenalkan bahasa yang kita miliki. 

“Penggunaan Bahasa Indonesia itu wajib. Mari cintai, bisa berbahasa Indonesia, gunakan Bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing. Jangan sampai terbalik,” tegas Dadang Sunendar. (NNK/HF)

  • Tentang Penulis

    Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00