• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Bulu Tangkis Era 80 an, Hanya Sumbang Satu Pemain Terbaik

19 June
15:32 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Beberapa era lalu, sekira tahun  80 an sampai 90 an Indonesia masih menjadi kiblat Atlet Bulu Tangkis di mata dunia.

Sederet nama, seperti  Susi Susanti, Mia Audina, Ricky-Rexy, Allan Budi Kusuma, Hendrawan dan masih banyak lagi nama-nama menorehkan tinta emasnya di dunia Badminton Internasional.

Kini,  sang juara harus puas mereguk kemenangan di satu nomor saja  dengan nomor Ganda Campuran atas kemenangan Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia saja yang beberapa tahun terakhir kesulitan mendapatkan kemenangannya.

Dominasi Tiongkong di laga dunia, salah satunya Kejuaraan bergensi grade A Indonesia Opened menurun. Peta permainan unggulan pun cukup merata di pegang oleh beberapa negara yang sebelumnya hanya puas diri sebagai kontestan laga bergensi tersebut, diantaranya  India, Thailand, Eropa, Korea Selatan dan Denmark.

Melihat kondisi tersebut, menurut Yacob Rusdianto pengamat bulu tangkis menjelaskan beberapa faktor mengapa maping pemain Badminton kian merata,  tiap tahunnya.

“Fakta bahwa Bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade dan faktor bulu tangkis memberikan hadiah yang sangta besar. Itu telah mengugah atau merangsang giat berlatih. Lebih berkempentingan menjadi juara, mengumandangkan lagu atau bendera di olimpiade. Ini yang kurang atau tidak kita sadari,  bahwa kita lambat, mereka maju lebih pesat,” kata Yacob Rusdianto.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah negara rival Indonesia itu terus memanfaatkan teknologi. Terlebih secara ketekunan mereka memanfaatkan pemain-pemain Indonesia untuk sparing partener dari mantan atlet yang menjadi pelatih.

Tujuannya tak lain untuk memperkaya teknik-tekhnik bermain negara itu. Pemunduran prestasi atlet pun tak bisa dipungkiri adanya faktor internal dari managemen PBSI.

"Kedepannya,  masalah tersebut dapat dituntaskan dengan diplomasi kekeluargaan bersama, antara atlet dan managemen PBSI menyelesaikan persoalan yang mungkin ada, sehingga memungkinkan harapan bagi dunia badminton mendatang,"ungkap Yacob, Senin (19/6/2017). (Dimeitri/EAD/AA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00