• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Festival Danau Sentani 2017, ajang Atraksi Suku-Suku Papua

15 June
23:39 2017
2 Votes (1.5)

KBRN, Jayapura : Festival Danau Sentani 2017 (FDS 2017) kembali digelar di kawasan wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua pada 19-23 Juni 2017.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran Festival Danau Sentani 2017. Menurutnya Danau Sentani menjadi salah satu keindahan yang dimiliki tanah Papua, yang terbesar di provinsi paling ujung timur Indonesia itu. Papua memiliki banyak keunikan, ada gunung bersalju abadi di atas ketinggian 4.000 meter, ada taman nasional laut Raja Ampat yang selalu nomor satu di dunia untuk kategori Wisata Bahari. 

“Danau Sentani juga bagus, indah, dan punya kekuatan atraksi, Selamat atas penyelenggaraan 
Festival Danau Sentani 2017, sukses buat warga Jayapura,” ungkap Mantan Dirut Telkom itu.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata 
Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, Kemenpar ikut mendukung salah satu gelaran event besar di Provinsi Papua ini, karena FDS 2017 menjadi sarana penting dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai seni budaya dan kreatifitas masyarakat yang ada di sekitar Danau Sentani. 

Selain itu juga menjadi atraksi dan daya tarik untuk mendatangkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan 
mancanegara (wisman) khususnya ke Jayapura maupun Indonesia pada umumnya.

“Pariwisata dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi perpindahan penduduk dari daerah ke kota-kota besar. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata perlu diperhatikan meliputi atraksi, akses dan amenitas-nya,” ujar Esthy.

Wanita berhijab ini juga menuturkan, pada FDS 
yang yang dihelat ke-10 kalinya ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan di antara 
sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin di antara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok. 

“Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara di antaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata. Semua kalangan ikut memeriahkan agenda tersebut tanpa melihat mereka siapa, dari mana, dan beraga apa, itulah hebatnya masyarakat Papua,” ujarnya.

Seirama dengan Esthy, Bupati Jayapura Mathius 
Awoitauw mengatakan, event FDS 2017 kali ini mengusung tema “Satu Dalam Keanekaragaman 
Meraih Kejayaan (One in Diversity achieve 
Greatness)” maksud dan makna dari tema ini 
tidak lain untuk menghilangkan perbedaan antar 
suku dan menjadikan masyarakat yang sejahtera.

“Pesan dari tema tersebut mengandung arti, 
hakekat masyarakat yang berbudaya adalah 
hakekat yang semakin mensejahterakan hidup 
itu sendiri. Mengembangkan dan melestarikan 
budaya berarti pula mengembangkan kesejahteraan,” ujar Mathius.
Lebih lanjut ia mengataakan, FDS 2017 akan diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura 
dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri, akan turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.

“Kami yakin jika FDS ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan saja pada saat pelaksanaan festival berlangsung tapi juga setelah pelaksanaan, karena diharapkan wisatawan-wisatawan akan semakin mengenal 
potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat 
terutama budaya, produk-produk kerajinan dan 
potensi keindahan alam dan keramahan yang 
dimiliki, sehingga akan semakin banyak wisatawan yang datang," pungkasnya.

Festival tahunan yang masuk dalam kalendar nasional Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini dimeriahkan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua. (Rilis/Aden/DSy)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00