• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Gus Sholah: Banyak Guru Yang Mengajarkan Anak Tidak Toleran

27 May
09:44 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah mengatakan salah satu penyebab munculnya bibit radikalisme adalah pendidikan. Banyak penelitian yang menyebutkan banyak guru di sekolah-sekolah mengajarkan sikap tidak toleransi.

“Ini terkait pendidikan di rumah maupun di sekolah. Saya baca penelitian, di sekolah negeri banyak guru yang mengajarkan anak tidak toleran, tidak menghormati perbedaan. Dalam berbagai survei ada yang menolak punya tetangga berbeda agama. Ini kan jadi kebencian. Padahal Islam tidak mengajarkan seperti itu. Kita diajarkan untuk berbuat baik kepada siapa saja,” kata Gus Sholah, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Sabtu (27/5/2017).

Faktor lain adalah pengaruh dari media sosial. Tulisan-tulisan dari kelompok tidak menganjurkan toleransi, banyak berseliweran di media sosial. Mengenai progam deradikalisasi milik pemerintah, menurut dia ada yang berhasil, adapula yang gagal. Deradikalisasi yang gagal harus dievaluasi oleh pemerintah. Salah satu bentuk radikalisasi adalah ingin menganti Pancasila dengan paham lain.

“Kalau baca sejarah, dulu partai politik dan Ormas Islam berjuang untuk negara berdasarkan Islam tetapi tahun 1984-1985 mereka menerima Pancasila sehingga tidak perlu negara berdasarkan Islam. Negara Pancasila cukup menjadi wahana menerapkan ajaran Islam,” terangnya. (Sgd/NGH)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00