• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Indonesia Tarik Minat Wisatawan Swedia Lewat Penyelenggaraan “Kampung Indonesia”

19 May
22:10 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Indonesia semakin melebarkan sayap untuk memperkenalkan berbagai kekayaan seni budaya dan pariwisata kepada masyarakat dunia, khususnya di wilayah Eropa.

Tahun ini Swedia juga tidak luput dari target Indonesia, untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan dari negara yang terkenal dengan kemajuan di bidang teknologi itu.

Sekretaris pertama bidang ekonomi dari kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) di Stockholm, Febrian Irawati Mamesah, mengatakan, pemerintah Indonesia melalui KBRI di Stockholm akan menggelaran “Kampung Indonesia” pada 28-29 Juli mendatang di Kungstradgarden, yaitu sebuah kawasan taman setempat yang sering dijadikan sebagai lokasi pagelaran festival musim panas.

“Lantah Pute I Parken sendiri merupakan even tahunan yang dilaksanakan dimusim panas, yang biasanya menarik kurang lebih 10 ribu pengunjung seharinya. Dan ini akan diselenggarakan dalam 2 hari yaitu 28 dan 29 Juli. Jadi kami melihat ini momen yang strategis bagi kita mempromosikan diri kita,” ujar Febrian Irawati Mamesah ketika ditemui di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Dijelaskan Febrian Irawati, nantinya “Kampung Indonesia” akan menjadi sumber informasi mengenai wilayah Indonesia yang memiliki berbagai potensi seni budaya serta pariwisata, dan berpotensi untuk ditawarkan kepada masyarakat Swedia, yang terkenal dengan kegemarannya terhadap wisata alam dan budaya.

“Karena, disaat musim panas itu orang Swedia karena musim dinginnya panjang jadi kalau ada matahari sedikit mereka sudah pasti akan ke taman. Jadi, target utama kita tentu saja mempromosikan budaya dan pariwisata,” tambah Febrian Irawati.

Sementara, melalui penyelenggaraannya Indonesia menargetkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Swedia meningkat hingga 2 kali lipat dari tingkat kunjungan saat ini yang mencapai sekitar 39 ribu orang pertahun.

Febrian Irawati Mamesah menyatakan, lamanya waktu libur masyarakat Swedia yang rata-rata mencapai 6 minggu pertahun, menjadi alasan Indonesia untuk dapat menarik lebih banyak tingkat kunjungan dari masyarakat setempat.

“Selain “Kampung Indonesia” yang akan digelar sebagai simbol tahun pariwisata Indonesia 2017, juga akan memfasilitasi pertemuan bagi para pebisnis Swedia mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang investasi yang ada di Indonesia,” tutup Febrian Irawati Mamesah. (RM/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00