• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polsek Tejakula Gagalkan Pengiriman 490 Liter Arak Bali

19 May
18:39 2017
0 Votes (0)

KBRN, Singaraja : Unit Reskrim Polsek Tejakula mengagalkan pengiriman ratusan liter minuman keras jenis arak bali yang berasal dari Karangasem. Dua orang langsung diamankan ke Mapolsek Tejakula bersama 14 jirigen yang berisi arak bali sebanyak 490 liter termasuk mobil pick up DK 9697 SH.

Penangkapan terhadap I Nyoman Suardika (34) sebagai pengemudi dan Komang Tantra (30), keduanya warga Dusun Sambilaklak, Desa Kubu Kecamatan Kubu Karangasem, Jumat (19/5/2017) dini hari, berawal saat Reskrim Polsek Tejakula melakukan patroli dan mencurigai mobil pick up yang melaju dari arah Karangasem, sehingga Kanit Reskrim Iptu Wayan Santiyasa langsung melakukan pengejaran dan menghentikan mobil yang belakangnya tertutup terpal.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Tejakula, AKP I Wayan Sartika mengatakan, dalam pemeriksaan muatan dan surat-surat kendaraan di lintasan jalan Dusun Antapura Desa Tejakula itu, polisi menemukan 14 jirigen yang didalamnya berisi 490 liter miras arak bali, sehingga langsung diamankan ke Mapolsek Tejakula. 

“Kebetulan tadi malam, anggota kami melaksanakan patroli rutin, antisipasi situasi wilayah, ternyata di daerah Tejakula timur itu ada mobil yang mencurigakan, mobil pick up warna hitam itu ditutup terpal, sehingga anggota kami menghentikan dan memeriksa kendaraan tersebut ternyata di dalamnya ada minuman keras arak, setelah itu dibawa ke kantor polsek untuk ditindak lanjuti sesuai dengan hokum yang berlaku tentunya disini adalah tipiring”, papar Kapolsek Tejakula.

Berdasarkan pengakuan pengemudi mobil, arak bali sebanyak 490 liter itu merupakan pesanan yang akan di bawa ke Kelurahan Banjar Bali dan kedua pelaku merupakan suruhan majikannya untuk membawa miras tersebut. 

Dalam proses penanganan kasus itu, Suardika maupun Tantra tidak bisa menunjukan dokumen pengiriman arak bali tersebut maupun surat ijin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB), sehingga dalam proses kasus itu dikenakan tindak pidana ringan sesuai dengan pasal 23 ayat 1 Perda Kabupaten Buleleng  No 2 tahun 2012 tentang pengawasan, pengendalian produksi, pengedaran, penjualan atau penyajian dan pemakaian minuman beralkohol dengan denda maksimal Rp25.000.000,- atau kurungan 3 bulan. (MAS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00