• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pakar Tiongkok: Menjaga Stabilitas dan Perdamaian Laut China Selatan Prioritas Bersama

19 May
18:37 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Kondisi Laut China Selatan menjadi salah satu fokus pada pembahasan di Jakarta Geopolitical Forum (JGF) 2017, Jumat (19/5/2017).

Seperti yang disampaikan oleh sekretaris jenderal dari China Institute, Yang Yi.

Yang Yi menegaskan, bahwa keberadaan Laut China Selatan merupakan tanggungjawab bersama, terkait dengan komitmen untuk menjaga stabilitas dan perdamaian.

“Ini adalah hal pertama yang terjadi pada tahun ini dan kami masih menunggu seperti apa dokumen CoC dari Laut China Selatan. Stabilitas dan perdamaian seperti yang disampaikan oleh sahabat saya dari Jepang adalah hal yang sangat penting. Dan itu memang adalah hal yang kita inginkan di sini,” ungkap Yang Yin pada konferensi pers JGF 2017, Jumat (19/5/2017), di Jakarta.

Lebih lanjut Yang Yi menambahkan, terlebih dengan Tiongkok telah menyetujui lahirnya kerangka kerja code of conduct (CoC) Laut China Selatan, semakin memperkuat komitmen bersama dalam mengedepankan perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Termasuk, dengan mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk bekerjasama,”  jelasnya.

Sementara, pada hari pertama pelaksanaannya setidaknya terdapat sejumlah fokus pembahasan diantaranya, perdamaian global dan isu keamanan serta pembangunan di ekonomi global.

JGF 2017 yang menghadirkan 22 pembicara dengan 17 diantaranya dari luar negeri dengan sekitar 350 peserta akan berakhir pada Sabtu, 20 Mei.

Profesor fakultas hukum dari Universitas Tokyo, Jepang, Satoru Mori, mengatakan, Jepang sendiri menilai lahirnya kerangka kerja CoC Laut China Selatan merupakan suatu langkah positif yang ditunjukkan Tiongkok, guna mendukung lahirnya satu hukum yang bersifat mengikat bagi siapa saja yang memanfaatkan keberadaan Laut China Selatan. 

“Kita harus tetap berjalan senada setuju dengan CoC dan bahwa kemarin Tiongkok sudah menyetujui Code of Conduct dan menurut saya ini adalah pembangunan yang positif. Dan saya berharap kemajuannya akan terwujud sebagai instrumen hukum yang mengikat. Ini merupakan suatu hal yang membantu perkembangan. Yang paling penting adalah bukan hanya soal merangkum peraturan yang ada, tapi juga untuk menjalankannya dengan penuh,” ujar Satoru Mori.

Satoru Mori mengatakan, didalam kompetisi menjaga keamanan menurutnya merupakan tugas besar, khususnya yang berkaitan dengan geopolitik.

Menurut Satoru Mori, pihaknya juga memandang penting terhadap berbagai peraturan yang berkaitan dengan keamanan wilayah, perlu berada dibawah pengawasan keamanan regional.

“Seperti yang telah dilakukan oleh Jepang, Australia, dan Amerika Serikat yang menitikberatkan bagi program peningkatan kapasitas. Tujuannya adalah agar semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan, yang diharapkan akan berdampak positif pula bagi kesejahteraan masyarakat,” papar Satoru Mori. (RM/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00