• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

‘Labuhan Samudro’ untuk Tarik Wisatawan ke Kulon Progo

14 May
20:55 2017
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pengelola obyek wisata hutan mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon Kulon Progo menggelar upacara ‘Labuhan Samudro’ pada Minggu (14/5/2017).

Ketua Pengelola obyek wisata hutan mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Suparyono mengatakan prosesi kirab diawali dengan mengarak gunungan yang terbuat dari hasil bumi mengelilingi desa, kemudian dilanjutkan melarung dua buah gunungan yaitu gunungan lanang yang berisi sayuran dan gunungan wadon yang berisi buah-buahan.

“Meski baru pertama kali dilaksanakan, respon masyarakat atas kegiatan Labuhan Samudro sangat positif,” terangnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati yang juga hadir dalam acara labuhan, memberikan apresiasinya atas usaha masyarakat di Pantai Pasir Kadilangu yang telah meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan baik, utamanya dalam bidang perekonomian.

“Kegiatan Labuhan Samudro berpotensi menjadi fasilitas pendukung bandara saat telah beroperasi nantinya. Diharapkan bahwa perekonomian dapat merata, agar masyarakat dapat semakin sejahtera, mengingat wisata di Kulon Progo memiliki potensi yang besar untuk berkembang,” katanya di sela acara.  

Meski demikian, Akhid Nuryati menilai, campur tangan pemerintah kabupaten dalam peningkatan pariwisata di hutan mangrove belum maksimal.

Menurutnya, pengelolaan wisata hutan mangrove di Kulon Progo saat ini masih terpecah pecah, yakni terdapatnya beberapa kelompok pengelola. Belum bersatunya pengelola ini, lanjut Akhid, menyebabkan belum meratanya perekonomian. Oleh sebab itu, ia berharap Pekab dapat melakukan intervensi, agar kerjasama dapat terjalin dengan baik antar pengelola.

“Jika memungkinkan, pemerintah kabupaten dapat mengalokasikan dana khusus pembangunan fisik bidang pariwisata, sehingga dapat menjadi solusi bagaimana menyatukan kelompok pengelola hutan mangrove yang saat ini masih terpecah pecah,” imbuhnya. (har/yyw).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00