• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pekerja Pertamina Audiensi dengan Bupati

21 April
17:40 2017
0 Votes (0)

KBRN, Cilacap : Puluhan pekerja dari Federasi Serikasi Buruh Migas Cilacap (FSBMC), Jumat (21/4/2017) melakukan audiensi dengan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.

Audiensi di ruang kerja Bupati ini dilakukan, mengingat pembahasan upah minimum sektoral 2017, belum mencapai titik temu.

Ketua FSBMC, Paryono menegaskan, dari 6 kali perundingan sejak November 2016, pembahasan upah minimum sektoral masih belum mencapai kata sepakat.

Padahal, kata dia, dari pihak pekerja sudah menurunkan tuntutan angka upah sektoral, dari sebelumnya Rp 3 juta menjadi  Rp 2.736.000.

“Awalnya kami ajukan nilai upah sektoral 3 juta rupiah. Kemudian dengan berbagai pertimbangan kami turunkan menjadi 2.736.000 rupiah. Namun dari pihak Pertamina melalui vendor menginginkan hanya 2.170.000 rupiah, dan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, menyarankan 2.270.000 rupiah. Ini yang belum mencapai kesepakatan” tegasnya usai audiensi.

Lebih lanjut, Paryono menilai Pertamina selaku pemberi kerja dan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Cilacap telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 tentang pengupahan khususnya pasal 42 ayat 1.

Katanya, sesuai aturan itu, penetapan upah minimum bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun dan berstatus lajang, disesuaikan dengan pertumbuhan dan kenaikan inflasi.

Sedangkan untuk masa kerja yang lebih dari 1 tahun, disesuaikan dengan perundingan Bipartit, antara perusahaan dan pekerja, mempertimbangkan kemampuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.

”Semua orang kan tahu berapa keuntungan Pertamina setiap tahun yang mencapai triliunan rupiah, tapi ternyata untuk pekerja outsourcing seperti kami, upahnya sangat kecil. Di sinilah terjadi pelanggaraan regulasi” ujarnya.

Selain itu, kata Paryono, adanya faktor ketidakadilan upah antar sesama perusahaan Pertamina di Indonesia.

“Pertamina di seluruh Indonesia itu ada 6 unit, dengan unit terbesar adalah unit pengolahan di Cilacap. Tapi ironisnya, upah pekerja di Cilacap jauh lebih rendah dibandingkan pekerja di Pertamina Balongan, dan unit lain yang sudah mencapai 3 juta rupiah” ungkapnya.

Terlebih, kata Paryono dibandingkan pekerj a organik, gaji para pekerja outsourcing jauh lebih rendah sekitar 5 – 10 kali lipat di bawahnya.

“Padahal, pekerjaan dan kontribusi kami bagi perusahaan Pertamina sangat besar” imbuhnya.

Untuk itu pihaknya berharap, agar pembahasan upah sektoral migas segera mencapai kata sepakat dengan nilai yang wajar bagi pekerja.

Di Pertamina RU IV Cilacap sendiri, ujar Paryono, ada sekiar 1.800 pekerja yang berstatus outsourcing.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Dian Setyabudi, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Kosasih menjanjikan akan segera memanggil pihak Pertamina untuk menyelesaikan persmasalahan ini.

“Saya siap memfasilitasi keinginan pekerja dengan mengundang Pertamina untuk membahas permasalahan ini, minggu depan” katanya. (San/AA)


 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00