• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Amerika Serikat Harapkan Kerjasama Ekonomi dengan Indonesia Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat

21 April
16:41 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Dihari terakhir kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Jumat (21/4/2017), wakil presiden Amerika Serikat, Mike Pence, menghadiri “Business Meeting”, di Hotel Shangri-la Jakarta.

Dalam pertemuan yang dirangkaikan dengan penandatanganan 11 nota kerjasama investasi dan perdagangan itupun, turut dihadiri oleh wakil presiden RI, Jusuf Kalla serta sejumlah menteri.

Wakil presiden Mike Pence, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu mitra strategis bagi Amerika Serikat, bahkan 11 perusahaan Amerika Serikat menanamkan modalnya mencapai 10 miliar dolar Amerika yang dituangkan dalam penandatangan belasan nota kerjasama Jumat pagi.

“Tahun lalu dalam kerjasama perdagangan bersama Indonesia mencapai 30 miliar dolar Amerika. Tapi, ekspor Amerika sebetulnya lebih dari 30 persen sejak 40 tahun terakhir,” ungkap Mike Pence ketika memberikan sambutan, Jumat (21/4/2017).

Dijelaskan Mike Pence, Amerika Serikat mengharapkan kerjasama itu akan memberikan dampak positif bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

“Saya memiliki keyakinan dalam persahabatan antara Amerika dan Indonesia, keyakinan dalam strategi kemitraan, serta keyakinan lainnya mengenai kebebasan, keamanan dan kesejahteraan akan tumbuh bagi keuntungan untuk masyarakat kita dan dunia,” tambahnya.

Sementara, Mike Pence memuji Indonesia yang dinilai sebagai pusat kesejahteraan negara-negara di kawasan Samudera Pasifik.

Wakil presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan, penguatan kerjasama sektor perdagangan dan investasi Amerika di Indonesia bukan merupakan suatu hal yang baru.

Waprespun mengharapkan kerjasama yang dilakukan itu akan berdampak baik bagi kedua negara dan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Seperti, ekspor liquid natural gas (LNG) Pertamina kepada ExxonMobil.

“Bagi kita kerjasama dengan Amerika bukan hal yang baru, jadi ini lanjutan saja. Karena, kita ekspor LNG (liquid natural gas) itu kontrak panjang. Tapi, dilain pihak kebutuhan dalam negeri naik maka tentu kalau kurang daripada itu ya mesti impor. Tapi, kita mengekspor juga dengan harga yang lebih baik. Ya begitulah kalau dagang LNG begitu. Ekspor jangka panjang maka kebutuhan dalam negeri kurang, ya impor juga,” papar Jusuf Kalla.

Ketua kamar dagang dan industri (KADIN) Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan, investasi dibidang industri kreatif seperti industri perfilman, sangat terbuka lebar bagi Amerika Serikat.

Menurut Rosan Roeslani, berdasarkan data yang ada selama ini sekitar 90 persen investasi Amerika di tanah air didominasi pada sektor pertambangan.

“Nilai investasi Amerika itupun berkisar 1 hingga 1,3 miliar dollar Amerika pada tahun 2016. Sementara, sayangnya defisit yang dialami Indonesia dari kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan Amerika terjadi sekitar 3 miliar dolar Amerika khususnya pada sektor perdagangan jasa,” jelasnya. (RM/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00