• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Media Sosial

21 April
16:27 2017
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Perkembangan media sosial saat ini yang banyak digunakan untuk menyebar berita-berita bohong atau hoax semakin mengkahwatirkan. Ujaran kebencian yang disampaikan melalui media sosial dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu disampaikan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Niken Widiastuti ketika menjadi Keynote speaker pada Mukernas Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Denpasar, Jumat (21/4/2017).

Dikatakan, untuk memerangi berita hoax perlu keterlibatan semua komponen masyarakat, terutama para mahasiswa. Jika berita hoax ini dibiarkan begitu saja akan menyebabkan kehancuran bangsa .

"Verifikasi dulu informasi yang diterima, cek kebenarannya sebelum disebarkan . Jika tidak ada manfaatnya maka dihapus saja langsung," ujar mantan Direktur Utama LPP RRI.

Niken Widiastuti mengatakan penyebaran berita bohong bisa dikenakan undang-undang ITE dengan ancaman hukum 4 tahun penjara dan denda 750 juta . Tidak hanya yang membuat tetapi yang menyebarkan berita hoax terkena UU ITE.

Karena itu menjadi tugas mahasiswa untuk mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika agar tetap dalam satu kesatuan.

Untuk menghadapi ancaman bibit-bibit perpecahan ini menurut Niken, mahasiswa harus terus menumbuhkan rasa nasionalisme salah satunya dengan menegakkan pers yang sehat.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor III IHDN Denpasar, I Ketut Wisarja, Ia meminta Pemerintah membuat regulasi yang tegas untuk pembuat dan penyebar berita hoax.

"Indonesia merupakan negara hukum yang harus tegas menindak siapapun yang melanggar hukum. Jika tidak maka Indonesia yang merupakan negara multikultur, tinggal menunggu kehancuran," ucapnya. (NNK/AA) 

  • Tentang Penulis

    Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Afrizal Aziz

    Redaktur Pro 3 RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00